SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Niat menghadiri acara khitanan berubah menjadi petaka bagi Naya. Sepeda motor miliknya yang diparkir di sekitar lokasi acara di Jalan Nurul Hidayah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), raib digondol maling.
Kejadian tersebut berlangsung Sabtu (1/8/2026) malam. Saat itu, Naya menghadiri acara khitanan yang digelar di rumah keluarganya. Sepeda motor miliknya diparkir tidak jauh dari lokasi acara yang cukup ramai.
Menurut Naya, acara diawali dengan selamatan setelah salat Isya. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan hiburan dangdutan hingga sekitar pukul 23.00 WIB.
Baca Juga: Arena Pusdiklat Harus Jadi Pemicu Semangat Calon Paskibraka
Namun, ketika hendak pulang, Naya dibuat kaget. Sepeda motor yang sebelumnya diparkir di lokasi sudah tidak terlihat.
“Awalnya ada acara sunatan di rumah keluarga kami di Jalan Nurul Hidayah. Setelah Isya ada selamatan, lalu dilanjutkan acara dangdutan sebentar sampai sekitar jam 23.00 WIB malam. Pas mau pulang, ternyata motor sudah tidak ada,” ungkap Naya, Selasa (4/8/2026).
Panik, korban bersama sejumlah warga langsung berusaha mencari kendaraan tersebut di sekitar lokasi. Namun, pencarian tidak membuahkan hasil.
Baca Juga: Pelajar Bawa Motor Marak, Polisi Minta Orang Tua di Kotim Tak Lepas Tangan
Motor jenis bebek itu diduga dibawa kabur pelaku saat perhatian warga terpusat pada acara. Ironisnya, meski lokasi sedang ramai, tidak ada seorang pun yang mengetahui aksi pencurian tersebut.
“Tidak ada satu pun warga yang mengetahui siapa pelakunya. Padahal, di lokasi terbilang cukup ramai. Namun, pelaku tetap nekat mencuri sepeda motor saya,” bebernya.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat. Hingga kini, korban mengaku masih berharap kendaraannya dapat ditemukan dan ada warga yang mengetahui ciri-ciri pelaku maupun keberadaan motor tersebut.
Baca Juga: Masyarakat Kalteng Diminta Ikut Aktif Cegah Karhutla dan Waspadai Kekeringan
Aksi pencurian ini kembali menjadi peringatan bagi warga Sampit. Masyarakat diminta tidak lengah saat memarkir kendaraan, meski berada di lokasi yang ramai.
Penggunaan kunci pengaman tambahan serta memastikan kendaraan berada dalam pengawasan menjadi langkah yang disarankan untuk mempersempit kesempatan pelaku beraksi. (sir/fm)
Editor : Farid Mahliyannor