SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Polres Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan mengintensifkan edukasi di lingkungan sekolah.
Langkah tersebut dilakukan untuk membentengi pelajar sejak dini dari ancaman peredaran gelap narkotika yang kini juga memanfaatkan media daring sebagai sarana penyebaran.
Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Kotim, AKP Suherman, mengatakan penyuluhan kepada pelajar menjadi salah satu program yang terus digencarkan.
Salah satunya melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah sekolah di Kotim beberapa waktu lalu.
“Pada momentum MPLS kemarin kami melaksanakan sosialisasi di sekitar tiga hingga empat sekolah. Kegiatan itu dipimpin langsung oleh personel kami,” ujarnya, Minggu (26/7).
Menurut Suherman, memberikan pemahaman kepada pelajar sejak usia sekolah merupakan langkah strategis agar mereka memiliki pengetahuan yang cukup mengenai bahaya narkoba sebelum terpengaruh lingkungan maupun pergaulan yang negatif.
“Respons siswa sangat bagus. Memang pengenalan bahaya narkoba harus dimulai sejak usia dini atau saat masih di bangku sekolah,” katanya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi juga menjadi tantangan baru dalam pemberantasan narkoba. Pelaku kini memanfaatkan platform digital untuk menawarkan maupun mengedarkan barang haram tersebut, sehingga pengawasan dari orang tua menjadi semakin penting.
“Sekarang medianya sangat mudah. Penyebaran narkoba juga bisa melalui online. Karena itu, peran orang tua dalam mengawasi aktivitas sehari-hari anak sangat diperlukan,” jelasnya.
Suherman mengungkapkan, berdasarkan Survei Prevalensi Indonesia Tahun 2023, jumlah penyalahguna narkoba pada kelompok usia remaja atau pelajar mencapai sekitar 312 ribu orang. Data tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda masih menjadi kelompok yang rentan terpapar penyalahgunaan narkotika.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sekitar, untuk bersama-sama memperkuat upaya pencegahan.
“Kami berharap generasi muda menjadi garda terdepan dalam memerangi narkoba. Jangan pernah mencoba, jauhi lingkungan yang berisiko, dan fokus meraih prestasi agar masa depan tidak rusak karena narkoba,” tegasnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko