SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Misteri hilangnya Bendahara KUD Harapan Makmur, Desa Bandar Agung, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih menyisakan tanda tanya besar.
Hingga kini, polisi belum berhasil mengungkap keberadaan Adi Kuroso maupun dana koperasi senilai Rp1,4 miliar yang dibawanya, meski penyelidikan telah berlangsung beberapa waktu.
Kasus yang menyita perhatian masyarakat tersebut masih menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara berbagai petunjuk dan informasi terus didalami guna mengungkap fakta di balik peristiwa hilangnya bendahara koperasi tersebut.
Kasi Humas Polres Kotawaringin Timur AKP Edy Wiyoko menegaskan, hingga saat ini penyidik masih bekerja maksimal untuk mengungkap kasus tersebut.
Berbagai langkah penyelidikan terus dilakukan, termasuk pendalaman keterangan saksi dan penelusuran sejumlah petunjuk yang telah diperoleh.
"Penyelidikan masih terus berjalan. Saat ini penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, mendalami seluruh petunjuk yang ada, serta melakukan berbagai upaya untuk mengungkap keberadaan korban maupun fakta-fakta dalam perkara ini," ujar Edy.
Ia menambahkan, kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab hilangnya korban karena seluruh proses masih berada pada tahap penyelidikan. Polisi juga belum bisa memastikan ada tidaknya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.
"Apabila ada perkembangan terbaru, tentu akan kami sampaikan kepada masyarakat. Kami juga mengharapkan apabila ada warga yang mengetahui atau memiliki informasi terkait kasus ini agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk membantu proses penyelidikan," tambahnya.
Sebelumnya, Adi Kuroso dilaporkan menghilang usai mengambil dana sekitar Rp1,4 miliar yang rencananya akan digunakan untuk pembayaran kepada anggota koperasi.
Namun, setelah mengambil uang tersebut, korban tidak kunjung kembali dan keberadaannya hingga kini belum diketahui.
Kendaraan yang digunakan korban kemudian ditemukan dalam kondisi rusak di kawasan Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Baamang. Meski demikian, saat ditemukan, Adi Kuroso tidak berada di lokasi dan uang yang dibawanya juga tidak ditemukan.
Hilangnya bendahara koperasi bersama dana miliaran rupiah itu sontak menghebohkan masyarakat, khususnya para anggota KUD Harapan Makmur yang menanti kepastian nasib korban maupun kejelasan dana koperasi tersebut.
Hingga kini, aparat kepolisian masih terus berupaya mengungkap misteri yang menyelimuti kasus tersebut. Publik pun berharap kasus ini segera menemukan titik terang sehingga keberadaan korban dapat diketahui dan seluruh fakta di balik hilangnya dana Rp1,4 miliar dapat terungkap. (sir/sla)
Editor : Slamet Harmoko