Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Maling Tinggalkan Surat Permintaan Maaf, Ngaku Mencuri Demi Bayar Sekolah Anak

Slamet Harmoko • Selasa, 16 Juni 2026 | 11:08 WIB
Pemilik toko kelontong di Mojokerto saat membaca surat permintaan maaf dari seorang maling yang mencuri uangnya. (Dok.Radar Mojokerto)
Pemilik toko kelontong di Mojokerto saat membaca surat permintaan maaf dari seorang maling yang mencuri uangnya. (Dok.Radar Mojokerto)
Radarsampit.jawapos.com – Aksi pencurian yang terjadi di sebuah toko kelontong di Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menyisakan cerita tak biasa. Pelaku yang membawa kabur uang milik korban justru meninggalkan surat permintaan maaf dan berjanji akan mengembalikan uang yang dicurinya.

Korban, Alfin Setyo Tunggal (37), mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/6) sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, seorang pria datang ke tokonya dengan penampilan yang dianggap mencurigakan.

Pelaku mengenakan hoodie hitam, celana jeans, topi, dan masker. Gerak-geriknya yang keluar masuk toko membuat Alfin mulai menaruh curiga.

“Dia keluar-masuk toko saya, saya curiga karena dia pakai masker,” ujar Alfin.

Kecurigaan tersebut terbukti setelah pelaku diketahui mengambil barang dari dalam toko. Meski sempat mengelak, pelaku akhirnya mengakui telah mencuri enam bungkus rokok.

Karena pelaku mengaku menyesal dan mengembalikan barang yang diambil, Alfin memilih memaafkannya dan membiarkannya pergi.

Namun tidak lama kemudian, korban menyadari uang di dalam toko juga hilang. Upaya pengejaran sempat dilakukan, tetapi pelaku berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Revo berwarna merah.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Pungging.

Sehari setelah kejadian, istri korban menemukan secarik kertas yang diletakkan di depan rumah mereka. Setelah dibaca, surat itu ternyata berisi permintaan maaf dari pelaku pencurian.

Dalam suratnya, pelaku mengaku terpaksa mencuri karena membutuhkan uang untuk membayar biaya pendidikan semester anaknya. Ia juga berjanji akan mengganti uang yang diambil setelah menerima gaji.

“Saya baca ternyata surat dari maling itu isinya minta maaf, katanya masalah mencuri itu buat biayai anaknya sekolah,” kata Alfin.

Dalam surat tersebut, pelaku menuliskan:

"Bapak/Ibu ngapunten seng katah, saya kepepet pak buk butuh uang. Nyari pinjaman nggak ada buat bayar semester anak saya. Kalau nggak kebayar nggak bisa ikut. Uang Bapak Rp 325.000, saya gajian dua minggu lagi saya kembalikan Rp 400.000.

Mohon maaf pak buk. Sekolah anak saya gak bisa ditunda. Saya pertama kali mencuri. Saya gak bakal ulangi lagi."

Alfin mengaku masih menunggu itikad baik pelaku sesuai janjinya dalam surat tersebut. Ia juga membuka peluang untuk menyelesaikan persoalan secara damai apabila pelaku benar-benar mengembalikan uang yang dicurinya.

Kisah pencurian yang disertai surat permintaan maaf itu pun viral dan menjadi perbincangan luas di media sosial. (jpg/sla)

Editor : Slamet Harmoko
#surat permintaan maaf #Bayar Sekolah #pencurian #maling #mojokerto