Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Gara-Gara Sandal, Remaja 19 Tahun di Surabaya Tewas Dikeroyok

Farid Mahliyannor • Senin, 8 Juni 2026 | 20:44 WIB
Ilustrasi-pengeroyokan
Ilustrasi-pengeroyokan

 

SURABAYA, Radarsampit.jawapos.com - Fakta baru terungkap dalam kasus kematian seorang remaja 19 tahun di Surabaya, Thomas Julianus Kristianto. Ia disebut terlibat perselisihan ganti rugi sandal sebelum akhirnya menjadi korban dugaan pengeroyokan.

Teman kecil sekaligus tetangga korban berinisial FAP, warga Manukan Yoso, Kecamatan Tandes, mengatakan dari informasi yang beredar, perseteruan antara korban dan pelaku terjadi karena sandal Crocs yang hilang.

"Yang saya tahu itu gara-gara sandal Crocs. Jadi entah korban menemukan atau meminjam, terus pelaku nggak terima dan tersulut emosi, jadinya terjadi pemukulan begitu," ujar FAP kepada JawaPos.com di lokasi.

Baca Juga: Warga Geger! Selamatkan Bocah SD yang Kabur Usai Diduga Dicabuli sang Paman

Hal ini diperkuat dengan pernyataan kakak kandung korban, Hana Novia Kristiani. Ia menceritakan kasus ini bermula dari Mei 2026 saat sang adik berseteru dengan temannya yang diduga salah satu pelaku.

Perselisihan bermula saat korban memakai sandal Crocs milik terduga pelaku yang berada di rumah temannya. Setelah sandal itu hilang, terduga pelaku meminta korban menggantinya dengan sandal baru.

"Lalu adik saya info ke saya bahwa si pelaku meminta ganti rugi. Saya sudah kasih uang ke untuk ganti rugi dan adik saya sudah mengganti dengan sandal baru. Jadi saya menganggap tidak ada utang piutang," ujar Hana.

Baca Juga: Waspadai Petugas Sensus Ekonomi Gadungan

Alih-alih selesai dan damai, pelaku protes karena sandal pengganti tidak sebanding dengan sandal yang hilang. Menurut pelaku, sandal miliknya bernilai sekitar Rp 1,5 juta, sedangkan pengganti hanya Rp 200 - 300 ribu.

Hana mengaku tidak mengetahui secara pasti terkait motif dugaan pengeroyokan hingga meregang nyawa adiknya. Jika benar gara-gara sandal, ia juga tidak mengetahui berapa harga asli sandal yang dipermasalahkan.

"Apakah betul Rp 1,5 juta bahkan model sandalnya saya tidak tahu. Bagaimana caranya saya percaya bahwa harga sandal tersebut Rp 1,5 juta jika tidak ada bukti dari pembelanjaan," terang perempuan 32 tahun tersebut.

Baca Juga: Indonesia vs Mozambik, Debut Pertemuan Kedua Timnas

Hana menuturkan bahwa adiknya sudah beitikad baik dengan membelikan sandal pengganti. Namun, pihak terduga pelaku menolak karena menganggap nilai sandal baru tersebut tidak sebanding dengan sandal yang hilang.

"Cuma disayangkan (pelaku) emosi, bahkan berujung melakukan tindakan anarki yang mana menghilangkan nyawa seseorang hanya motif ganti rugi sebuah sandal. Saya harap kasus ini diselesaikan secara hukum," pungkas Hana.

Di sisi lain, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto mengatakan kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang remaja di Manukan tersebut masih diselidiki. "Sedang ditangani Resmob Polrestabes," ujarnya singkat. (jpg)

Editor : Farid Mahliyannor
#gara-gara sandal #remaja #tewas #pengeroyokan #surabaya