NANGA BULIK, Radarsampit.jawapos.com — Pencarian korban tenggelam di Sungai Bulik, Desa Batu Tunggal, Kecamatan Bulik Timur, Kabupaten Lamandau akhirnya membuahkan hasil.
Setelah dilakukan selama tiga hari, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Agus (46), warga asal Tuban, Jawa Timur, yang bekerja sebagai tukang di Mess Echo Batu Tunggal Estate (BTE) PT Tanjung Lingga.
Baca Juga: Jaringan Sabu Seruyan Digulung, Ratusan Paket Dimusnahkan Polisi
Ia sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Senin, 4 Mei 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel mengatakan, korban ditemukan pada hari ketiga pencarian.
“Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 13.15 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Ini laporan awal, untuk informasi lengkap akan kami sampaikan setelah tim tiba di pos TRC karena terkendala sinyal di lokasi,” ujarnya ketika dikonfirmasi Radar Sampit, kemarin.
Hendikel menambahkan, pihaknya masih menunggu laporan rinci dari tim di lapangan. Informasi awal sendiri baru diterima BPBD pada pukul 17.43 WIB.
“Tim gabungan Basarnas dan TRC BPBD masih dalam perjalanan kembali ke Nanga Bulik. Nanti akan kami sampaikan kembali informasi lengkapnya,” tambahnya.
Peristiwa nahas itu terjadi saat korban menyeberangi Sungai Bulik menggunakan sampan bersama seorang rekannya usai berbelanja dari kampung.
Baca Juga: Dua Tim SSB AMK Sampit Juara Liga Sentra, Berharap Dukungan ke Level Nasional
Berdasarkan keterangan saksi, sampan yang mereka gunakan terbalik akibat derasnya arus sungai.
Rekan korban berhasil selamat setelah berpegangan pada kayu, sementara Agus hanyut terbawa arus hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. (mex/fm)
Editor : Farid Mahliyannor