Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Khawatir jadi Korban Uang Palsu, Pedagang di Sampit Pasang Alat Pendeteksi

Fahry Ilhami Samosir • Senin, 9 Maret 2026 | 20:48 WIB

WASPADA UPAL : Amrul, pedagang kelontong ini mulai mewaspadai aksi kejahatan menjelang lebaran.
WASPADA UPAL : Amrul, pedagang kelontong ini mulai mewaspadai aksi kejahatan menjelang lebaran.

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Menjelang Hari Raya Idulfitri, para pedagang di Kota Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan beredarnya uang palsu (upal).

Salah satunya dilakukan Amrul Ardi, seorang pedagang kelontong Jalan S Parman, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit yang mulai mewanti-wanti peredaran uang palsu saat transaksi jual beli semakin ramai.

Pedagang yang usianya sudah lebih dari setengah abad itu mengaku sengaja membeli sejumlah peralatan untuk mendeteksi keaslian uang di warungnya.

Langkah tersebut dilakukan agar tidak menjadi korban peredaran upal yang biasanya meningkat saat menjelang hari raya Idulfitri.

"Kalau mendekati lebaran biasanya transaksi ramai. Jadi kami harus lebih hati-hati. Saya sampai beli alat pendeteksi uang palsu supaya bisa langsung dicek," ujar Amru, kepada Radar Sampit, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, kewaspadaan itu penting karena pedagang kecil sering menjadi sasaran peredaran uang palsu. Apalagi transaksi di warung kelontong biasanya berlangsung cepat dan menggunakan uang tunai.

Ia pun kini rutin memeriksa uang yang diterimanya dari pembeli, terutama pecahan besar seperti Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Selain menggunakan alat pendeteksi, ia juga memeriksa secara manual dengan cara melihat, meraba, dan menerawang uang tersebut.

"Sekarang harus lebih teliti sehingga peredaran uang palsu bisa ditekan," pungkasnya. (sir/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#uang palsu #upal #waspada #Kejahatan #pedagang