SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Beberapa hari belakangan ini, kabut asap mulai menyelimuti seputaran Kota Sampit dan sekitarnya. Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan semakin meluas, jajaran Kepolisian mengambil langkah kesiapsiagaannya.
"Karena saat ini sudah memasuki musim kemarau, kami telah melakukan beberapa persiapan dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan," kata Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko.
Edy menjelaskan, adapun persiapan Polres Kotim lakukan yakni pengencekan alat pemadam kebakaran milik Satuan Samapta Polres Kotim guna memastikan seluruh sarana dalam kondisi baik dan siap jika sewaktu-waktu telah digunakan.
"Selain itu, kami juga ada menggelar simulasi (latihan) pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Jadi, anggota Polres Kotim nanti akan terlibat melalukan pemadaman jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan dan lahan," terangnya.
Diketahui, sepanjang Januari 2026 ini sedikitnya ada 61 titik hotspot terdeteksi. Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Edy belum bisa memberikan keterangan terkait jumlah garis Polisi yang sudah terpasang di lokasi terjadinya kebakaran.
Namun, ia mengaku bahwa saat ini anggota Polres Kotim telah dikerahkan untuk melakukan patroli memantau serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan alias karhutla.
"Polres Kotim berkomitmen untuk ikut terlibat dalam mencegah terjadinya kebakaran serta mendukung pemerintah dalam menjaga lingkungan agar tercegah dari bencana alam satu ini (Karhutla)," tegas Kasi Humas Polres Kotim. (sir/fm)
Editor : Farid Mahliyannor