Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Penyebab Kematian Mahasiswa UPR Masih Misteri, Polisi Tunggu Hasil Visum Rumah Sakit

Dodi Abdul Qadir • Sabtu, 10 Januari 2026 | 22:12 WIB
EVAKUASI : Tim Kepolisian bersam masyarakat saat melakukan evakuasi jenazah Abdi Saputra (25) yang ditemukan mengambang di rawa-rawa Jalan G Obos Ujung, Kota Palangka Raya pada Jumat (9/1/2026).
EVAKUASI : Tim Kepolisian bersam masyarakat saat melakukan evakuasi jenazah Abdi Saputra (25) yang ditemukan mengambang di rawa-rawa Jalan G Obos Ujung, Kota Palangka Raya pada Jumat (9/1/2026).

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Misteri kematian Abdi Saputra (25), warga Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) masih menyisakan tanda tanya.

Jasad pria muda itu ditemukan mengambang di kawasan rawa-rawa Jalan G Obos Ujung, Kota Palangka Raya pada Jumat (9/1/2026). Polisi menduga korban telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan.

Hingga kini, belum dapat dipastikan penyebab kematian Abdi. Apakah korban meninggal akibat kecelakaan tunggal setelah tercebur ke rawa di lokasi kejadian, atau terdapat faktor lain yang melatarbelakanginya, masih dalam pendalaman aparat kepolisian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal dan visum et repertum (VER) rumah sakit, korban diperkirakan meninggal lebih dari satu hari sebelum dilakukan pemeriksaan.

Hal itu ditandai dengan adanya pembuluh darah yang telah terisi pembusukan atau marbling stain. Selain itu, ditemukan tulang rusuk kanan korban mengalami patah sepanjang kurang lebih 5 sentimeter. Namun, hasil visum detail masih menunggu analisis lanjutan dari tim forensik.

Kanit Jatanras Polresta Palangka Raya Iptu Helmi Hamdani mengatakan, pihaknya masih mendalami penyebab pasti kematian korban.

“Penyebab kematian belum dapat kami pastikan. Saat ini masih menunggu hasil visum,” ujarnya kepada Radar Sampit, Sabtu (10/1/2026).

Helmi menjelaskan, pemeriksaan forensik membutuhkan waktu dan tidak bisa dilakukan secara instan. Diperkirakan, hasil lengkap visum baru dapat diketahui sekitar satu minggu ke depan.

“Selama proses tersebut, penyidik masih menunggu hasil resmi yang akan menjadi dasar dalam pengungkapan perkara temuan mayat ini,” terangnya.

Penanganan kasus ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Di antaranya kunci pas, charger ponsel beserta kabel tipe C, karet ban, power bank, sandal, rokok, satu unit ponsel iPhone 11 dengan case warna ungu, dompet hitam, serta satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna pink.

Seperti diberitakan sebelumnya, penemuan jasad Abdi Saputra pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Ardi yang melintas di kawasan Jalan G Obos Ujung.

Saksi awalnya melihat sebuah helm tergeletak di dekat rawa. Namun saat didekati, ia justru mendapati sesosok tubuh pria mengambang di genangan air.

Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian warga sekitar. Mengingat lokasi berada di kawasan rawa yang tergenang air, proses evakuasi jasad korban sempat mengalami kesulitan.

Petugas Polresta Palangka Raya bersama tim relawan kemudian mengevakuasi jasad korban dan membawanya ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya.

Abdi Saputra merupakan mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR)  fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bimbingan dan Konseling. (daq/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#penyelidikan #misteri #temuan mayat #mahasiswa upr