SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Peredaran uang palsu yang semakin marak di Kota Sampit telah menimbulkan keresahan masyarakat, terutama di kalangan pedagang.
Sebagai upaya mengatasi masalah ini, beberapa pedagang mulai menggunakan alat deteksi untuk membedakan uang asli dan palsu.
Di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, sebuah toko yang setiap hari melakukan transaksi telah mengambil langkah antisipasi dengan menyiapkan alat deteksi uang.
Pemilik toko, Andri (38) menyatakan bahwa ia pernah mendapatkan uang palsu saat menghitung hasil jualan. Dia mengaku sudah 3 kali dapat uang palsu.
"Pertama kali dapat uang palsu itu awal Tahun 2025 lalu. Dan bulan Juni ini saya dapat uang palsu lagi," kata Andri kepada Radar Sampit, Jumat (20/6/2025).
Andri pun berharap pelaku yang memproduksi dan mengedarkan uang palsu bisa ditangkap aparat kepolisian.
"Mudah-mudahan pelakunya bisa ditangkap. Khawatirnya nanti semakin banyak korbannya. Kasian kami warga kecil," harap Andri.
Sebelumnya, Kepolisian Resor Kotawaringin Timur (Polres Kotim) telah melacak adanya dugaan peredaran uang palsu melalui daring alias aplikasi hijau. Namun, sampai saat ini belum ada satu pun pelaku yang berhasil diamankan. (sir/fm)
Editor : Farid Mahliyannor