Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Enam Nyawa Pengendara Melayang di Jalan Selama Polda Kalteng Gelar Operasi Keselamatan

Dodi Abdul Qadir • Selasa, 25 Februari 2025 | 21:30 WIB
GELAR PASUKAN : Kapolda Kalteng Irjen Pol Djoko Poerwanto menyematkan tanda kepada personel gabungan yang terlibat Operasi Keselamatan Telabang 2025. DOKUMEN DODI/RADAR PALANGKA
GELAR PASUKAN : Kapolda Kalteng Irjen Pol Djoko Poerwanto menyematkan tanda kepada personel gabungan yang terlibat Operasi Keselamatan Telabang 2025. DOKUMEN DODI/RADAR PALANGKA

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com - Operasi Keselamatan Telabang 2025 yang digelar Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) selama 14 hari resmi berakhir.

Dari data dihimpun, kecelakaan lalu lintas selama dilaksanakannya operasi tersebut meningkat dua kasus.

Selama pelaksanaannya, yakni 10-23 Februari 2025, terjadi sebanyak 38 kecelakaan lalu lintas. Angka itu meningkat dua kasus dari yang terjadi pada 2024 lalu, yakni 36 kejadian. Ada enam pengendara meninggal dunia dan kerugian materiil mencapai ratusan juta rupiah.  

Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng, Kombes Pol R S Handoyo menyebutkan, meski terjadi peningkatan dua kasus, namun korban meninggal dunia tidak terjadi peningkatan, hanya enam korban jiwa yang terjadi di Kabupaten Pulang Pisau sebanyak dua orang, Gunung Mas dua orang, Kotawaringin Timur satu orang dan Seruyan satu orang.

Sementara untuk korban luka berat akibat kecelakaan lalu lintas menurun empat korban, dari sebanyak 12 orang di 2024 lalu, namun di 2025 ini hanya sebanyak delapan orang.

"Untuk korban luka ringan akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan, dari sebanyak 89 orang di 2024 lalu, kini menurun menjadi 41 orang," ucapnya, Selasa (25/02/2025).

Ia menambahkan, berkaca dari data itu, pihaknya terus menggencarkan edukasi serta sosialisasi terkait tertib lalu lintas kepada masyarakat, dengan turun langsung ke jalan serta kawasan rawan kecelakaan.

Termasuk menanamkan tertib lalu lintas sejak dini kepada siswa-siswa TK melalui program Police Goes To School, untuk memperkenalkan rambu-rambu lalu lintas.

Selain itu mengingatkan, akibat beberapa faktor, yakni faktor cuaca, faktor kendaraan yang tidak berfungsi normal, faktor geometri jalan yang tidak mulus serta faktor kelalaian manusia.:Semoga dengan langkah konkret ini terus ditekan angka kecelakaan, termasuk yang berdampak pada meninggal dunia,” tandasnya.

Sementara itu, ditambahkan Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Erlan Munaji sesuai data teguran yang diberikan personel Polda Kalimantan Tengah pada 2025 ini mencapai 13.486 atau meningkat sebanyak 123 persen dari 2024 lalu, yakni sebanyak 6.026 teguran.

Kondisi tersebut menandakan masih banyaknya masyarakat yang belum taat akan aturan berlalu lintas yang seyogyanya hal tersebut harus dipatuhi untuk keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan yang lain."Berbagai bahan jadi analisis dan evaluasi sehingga kedepan kami dapat lebih meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas," tegasnya.

Baca Juga: Polda Kalteng Libatkan 501 Personel Gabungan Operasi Keselamatan Telabang 2025

Ia menekankan, pihaknya akan terus mengedukasi kepada pengendara, pihaknya juga melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas. Sebab Pada Operasi Keselamatan Telabang 2025 ini, pelanggaran lalu lintas yang tertangkap ETLE statis sebanyak 65 pelanggaran atau menurun 68 persen dari 2024, yakni sebanyak 207 pelanggaran.

"Kami terus melakukan langkah konkret. Meskipun  pada ETLE mobile, kami menemukan cukup banyak pelanggaran di 2025 ini, yakni sebanyak 243 pelanggaran atau meningkat sebanyak 834 persen dari 2024 lalu, yakni sebanyak 26 pelanggaran," ujarnya. (daq/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
#polda kalteng #jumlah kecelakaan #operasi keselamatan