SERUYAN, radarsampit.jawapos.com - Kasus hilangnya Ketua Koperasi Plasma beserta Ro 1,7 Miliar menjadi pertanyaan warga.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap SU, yang terakhir kali terlihat meninggalkan rumahnya pada malam hari.
Berdasarkan laporan kehilangan yang dibuat oleh istrinya, SU terakhir kali terlihat pada 10 Februari 2025. Pada hari itu, ia bersama rombongan pengurus koperasi pergi ke Bank BRI Cabang Sampit untuk mencairkan dana koperasi sebesar Rp2,7 miliar.
Uang tersebut kemudian dibagikan kepada perwakilan beberapa desa pada pukul 18.04 WIB. Namun, masih ada dana sebesar Rp1,7 miliar yang belum diserahkan, yang disimpan di kamar depan anaknya.
Menurut kesaksian istrinya, SU masih berada di rumah pada pukul 22.00 WIB sebelum akhirnya ia tidur di ruang tengah. Namun, ketika sang istri bangun untuk salat subuh pukul 04.30 WIB, SU sudah tidak berada di tempat. Kecurigaan semakin menguat saat pukul 07.00 WIB, ketika ia menyadari bahwa uang koperasi juga ikut hilang.
Anak SU kemudian meminta bantuan petugas SPBU di depan rumah untuk mengecek rekaman CCTV. Dari rekaman tersebut, terlihat bahwa SU meninggalkan rumah pada pukul 23.12 WIB, dijemput oleh seseorang yang menggunakan mobil.
Kapolres Seruyan, AKBP Han’s Itta P, melalui Kasi Humas Polres Seruyan, Iptu Yudi Hernawan, mengonfirmasi bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.
“Terduga pelaku masih dalam tahap pengejaran dan penyelidikan oleh Satreskrim yang dipimpi Kasat Keskrim,” kata Iptu Yudi, saat dihubungi melalui saluran telepon pada Senin (17/02) siang.
Pihak kepolisian terus berupaya mengumpulkan bukti dan mencari petunjuk lebih lanjut. Masyarakat pun diimbau untuk melaporkan jika memiliki informasi yang dapat membantu proses pencarian.
Kasus ini terus menjadi perhatian warga, terutama para anggota koperasi yang masih bertanya-tanya mengenai nasib keberadaan SU dan uang koperasi yang hilang. (rdw/fm)
Editor : Farid Mahliyannor