Radarsampit.jawapos.com - Peristiwa memilukan terjadi di Jalan Laiya RT 03 RW 04, Kelurahan La’dong, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Senin (28/10). Sebanyak 33 unit rumah di kawasan padat penduduk hangus terbakar.
Setelah diselidiki, kebakaran disebabkan oleh aksi seorang pria yang membakar sampah di depan rumah mertua karena cemburu sang istri selingkuh.
Pelaku berinsial MR, 36 mengaku sakit hati mengetahui sang istri berselingkuh dengan teman kerjanya sendiri.
Sebelumnya, MR dan istri telah pisah ranjang selama tiga pekan terakhir. Namun, sang istri justru telah memiliki kekasih baru dan tinggal bersama di rumah mertuanya.
Hal ini diungkapkan oleh Kombespol Jamaluddin Fatri pada Selasa (29/10). “Untuk sementara berdasarkan pengakuan dari yang bersangkutan diduga pelaku ini berawal dari adanya perselingkuhan istrinya dengan seorang laki-laki, kemudian mereka berpisah sekitar 2 atau 3 minggu lalu dan dia berusaha datang ke rumah mertuanya pada malam itu, kemudian dia akan menemui anaknya yang katanya sedang sakit tapi tidak bisa (bertemu),” kata Jamalludin.
Mengetahui kabar perselingkuhan tersebut, pelaku berkunjung ke rumah sang mertua sembari menjenguk anaknya yang dikabarkan sedang sakit.
Alih-alih bertemu keduanya,MR malah memergoki sang istri yang sedang tidur bersama selingkuhannya di dalam kamar.
MR pun kemudian pergi dari rumah tersebut karena tak tahan serta sakit hati mengetahui perselingkuhan istrinya dengan pria lain.
Pada pukul tiga pagi, pelaku datang lagi ke rumah mertua dan berniat memancing selingkuhan sang istri keluar dari rumah dengan membakar sampah di halaman depan.
“Pelaku datang kembali sekitar jam 3 pagi, kemudian membakar tumpukan sampah yang berada di depan rumah mertuanya untuk berupaya memancing istri dan pria tersebut keluar dari dalam rumahnya. Ketika dia bakar tersulut api lalu dia tinggalkan rumah itu,” lanjutnya.
Rupanya api di tumpukan sampah itu semakin berkobar hingga menjalar ke rumah mertua pelaku yang akhirnya membuat 33 rumah lainnya hangus terbakar.
Saat ini pelaku telah diamankan oleh pihak Resmob Polda Sulsel untuk diserahkan ke Polsek Bontoala agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kita tetap lihat apakah pembakaran murni ataukah hanya karena pelaku lalai. Saat ini, pelaku masih dilakukan pemeriksaan intensif dan diserahkan ke Polsek Bontoala untuk proses hukum lebih lanjut," pungkasnya.
Atas kejadian ini sebanyak 215 jiwa dari 33 rumah dan 55 KK terdampak harus mengungsi.
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar saat ini berfokus menyediakan makanan yang cukup untuk para korban.
“Kami telah membuka dapur umum selama dua hari. Setiap jam makan siang dan malam, kami siapkan makanan untuk 215 jiwa yang terdampak,” kata Kepala Dinsos Makassar, dr. Ita Isdiana Anwar pada Selasa (29/10).
Ita juga menambahkan bantuan akan dihentikan jika pada hari ketiga kondisi telah terkendali dan memungkinkan. Bantuan tambahan juga akan disalurkan pada tiap orang karena data sudah dimiliki oleh pihak mereka.
“Kami akan terus pantau kondisi pengungsi, dan jika situasi memungkinkan, kami bisa berhenti setelah hari ketiga atau keempat. Namun, semua akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” pungkasnya.(ang/mag/nug)
Editor : Farid Mahliyannor