RADARSAMPIT.JAWAPOS.COM - Nama dr. Anggi Aprilyani menjadi perbincangan di media sosial setelah video yang diunggahnya di akun TikTok pribadinya viral. Dalam video tersebut, ia menceritakan pengalamannya saat mengunjungi sebuah Gereja Katolik di Manchester, Inggris, dan mengaku tiba-tiba merasa mau muntah.
Video itu awalnya diunggah melalui akun TikTok pribadinya, @dokterbarbarreal. Meski unggahan aslinya sudah tidak tersedia, video tersebut telah tersebar luas di berbagai platform media sosial, termasuk dibagikan ulang oleh akun gosip Instagram Lambe Turah.
"Cerita seram hari ini di Manchester kami masuk gereja, pengen tahu aja. Rupanya di dalam gereja ada orang kayak diruqyah, aku diam diam kok aku mau muntah ya. Aku bilang kayaknya aku kena ruqyah nih, ayo kabur," cerita Anggi Aprilyani yang saat itu bersama temannya.
Baca Juga: Libur Nasional dan Cuti Bersama, Wisatawan Mulai Serbu Pantai Ujung Pandaran
Selain itu, Anggi juga dinilai kurang bijak dalam menggunakan media sosial karena membagikan pengalaman pribadinya tersebut ke publik sehingga menuai kontroversi.
Di tengah ramainya perdebatan, ada warganet yang justru mengajak publik untuk menyikapi persoalan dengan kepala dingin. Salah satunya datang dari seorang pengguna media sosial yang mengaku beragama Katolik.
"Saya sebagai seorang Katolik tulus memaafkan mereka ini, sebab mungkin mereka tidak tahu atau pengetahuan yang terbatas. Kalau ada yang tanya kenapa dimaafin? Itu kan jelas penistaan!," kata salah satu netizen.
Menurutnya, sikap memaafkan merupakan ajaran di dalam keyakinan yang dianutnya, sehingga ia pun memilih untuk tidak merespons kontroversi dengan kebencian.
Baca Juga: Slank Bakal Rilis Album Baru Format Digital di Bulan Juni 2026
"Maaf, dikeyakinan kami, kasih itu yang utama, memaafkan siapapun tanpa kecuali, entah kalau di ajaran keyakinan mereka, itu bukan urusan saya," katanya.
Ia juga berharap polemik mengenai video tersebut tidak terus diperpanjang. Menurutnya, masih banyak persoalan lain yang lebih penting dan membutuhkan perhatian serius dari masyarakat di Tanah Air.
"Yuk teman-teman kasus ini kita sudahi, saat ini kita harus bersatu, banyak isu lain yang tidak kalah penting. Dolar 18 ribu, beras 15rb/kilo, cabai 63rb/kilo, asisten artis RA, Gibran bayar mahasiswa, MBG, UGM, dan lain-lain. Yuk bisa yuk kita kritis ke arah vertikal," pintanya.(jpg)
Editor : Slamet Harmoko