Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

R.I.P Donny Fattah, Satu Lagi Musisi Legendaris Indonesia Berpulang

Agus Jaka Purnama • Sabtu, 7 Maret 2026 | 19:35 WIB

Donny Fattah
Donny Fattah

Innalillahi Wainailaihi Rojiun, Bangsa Indonesia kembali kehilangan salah satu musisi legendarisnya, yakni Donny Fattah, meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, dalam usia 76tahun.

Salah satu pilar band rock legendaris God Bless ini meninggalkan sejarah panjang dan mahakaryanya dalam dunia musik Indonesia.

“Inalilahi waina ilahi rojiun. Telah meninggal dunia DONNY FATTAH, bassist, salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta,” tulis pernyataan resmi akun Instagram @godblessrocks.

Sebelumnya diketahui, musisi ini sempat berjuang melawan tiga penyakit sekaligus, yakni sarkopenia (terhentinya pertumbuhan massa otot tulang), penyumbatan vaskular dan autoimun. Kondisi itu mengharuskannya mengkonsumsi sampai 32 macam obat per hari di usia senjanya.

“Alhamdulillah kalau buat tubuh bagian atas saya normal, baik sekali. Yang saya kena itu dari pinggang ke bawah. Jadi itu agak lemah karena ada tiga penyakit, sarkopenia pengecilan otot kaki, kemudian penyumbatan vaskuler dan autoimun. Itu semua dari pinggang ke bawah,” ungkapnya saat diwawancarai media, pada Mei 2025 lalu.

Mengenai sosok Donny Fattah sendiri, dan sepak terjangnya di dunia musik Indonesia, ia salah satu pondasi pada Band Rock Godbless, bersama rekannya Ahmad Albar dan Ian Antono.
Ia menjadi bagian dari generasi perintis yang turut membangun identitas rock Indonesia sejak awal 1970-an.
Dirinya terlibat dalam peluncuran lima album serta dua single hit bersama God Bless. Dan aktif bersama band itu sejak 1973-2026, sedangkan menekuni permainan bass sejak 1965.
Sang legenda memiliki nama lengkap Jidon Patta Onda Gagola, dan nama panggung; Donny Fattah. Kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan 24 September 1949.

Karier bermusiknya diawali sejak tahun 1965 ketika ia bergabung dalam band Harbour Beat bersama Bartje Van Houten dan Minggus Tahitoe. Ia juga terlibat dalam proyek grup musik Fancy Junior tahun 1968.

Periode tersebut membentuk karakter instrumennya jadi agresif, improvisatif, serta penuh energi di atas panggung. Permainan bass Donny bahkan kerap disebut sebagai salah satu yang paling berpengaruh ketika itu di Asia Tenggara.

Donny juga membawa teknik funky thump, yang diciptakan oleh pemain bass Stanley Clarke, ke kawasan Asia Tenggara. Gaya itu pun jadi tren di antara pemain-pemain lokal maupun negara tetangga.
Ketika musik rock barat mulai berpengaruh di kota-kota besar di Indonesia, Donny Fattah bersama Ahmad Albar, mendiang Jockie Soerjoprajogo, dan mendiang Fuad Hassan mendirikan Crazy Wheels. Band inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya God Bless pada 5 Mei 1973.

Dalam perjalanan musiknya, Donny juga menjadi bagian dari dinamika kreatif band yang membentuk karakter musik rock Indonesia lewat lagu-lagu klasik dan konser monumental sejak era 1970-an.

Selama perjalan karier lebih dari lima dekade, grup tersebut menjadi kelompok paling berpengaruh dalam sejarah musik papan atas Tanah Air.

God Bless pun dikenal lewat lagu-lagu hitsnya seperti “Huma di Atas Bukit”, “Semut Hitam”, 'Rumah Kita", dan 'Musisi'. Meski usia telah melewati lima dekade, para personel God Bless tetap aktif tampil di berbagai panggung.

Kiprah lainnya dalam bermusik, antara lain Donny pernah membuat proyek bersama sang adik, mendiang Rudy Gagola, bernama D&R. Duo ini lahir di tengah kepadatan jadwal tampil God Bless sekitar 1974-1976. Album perdana D&R, Bawaku Serta (1975), menghasilkan beberapa hit seperti “Mimpi” dan “Datanglah Trang”.

Ketika God Bless vakum, Setiawan Djody mengajak Donny memperkuat formasi Kantata Takwa tahun 1990 bersama Iwan Fals, Sawung Jabo, mendiang Jockie Surjoprajogo, mendiang WS Rendra, dan mendiang Innisisri. Mereka melahirkan tiga album, yakni Kantata Takwa (1990), Kantata Samsara (1997) dan Kantata Revolvere (2002).

Bukan itu saja, Donny juga diajak Ian Antono untuk memperkuat formasi Gong 2000 di tahun 1990. Ia turut andil menghasilkan tiga album rekaman, yaitu Bara Timur (1991), Laskar (1993), dan Prahara (2000). Kemudian, dua album konser lainnya, yaitu Live in Jakarta 1992 dan 1 jam bersama Gong 2000.
Melihat kiprah dan karyanya di belantika musik Indonesia, kepergian Donny Fattah tentu menjadi kehilangan besar bagi keluarga, sahabat, serta para penggemar God Bless dan musik rock di Tanah Air.

Dedikasinya selama puluhan tahun di negeri ini, menjadikannya salah satu musisi paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia.
Semangat dan dedikasinya dalam berkarya, tentunya layak diwariskan ke generasi-generasi penerus di bidang seni musik di Tanah Air.
Sementara itu, Donny Fattah dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Pemakamannya turut dihadiri oleh keluarga dan personel God Bless.(int/gs)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#ian antono #band rock #berpulang #Donny Fattah #god bless #Innalillahi wa inna ilaihi rajiun #ahmad albar