Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

PT Produksi Film Negara (PFN) Luncurkan Film Menuju Pelaminan. Kisah Cinta Perbedaan Suku dan Budaya

Agus Jaka Purnama • Minggu, 12 Oktober 2025 | 06:00 WIB
Poster film Menuju Pelaminan yang akan tayang pada pertengahan Oktober 2025
Poster film Menuju Pelaminan yang akan tayang pada pertengahan Oktober 2025

radarsampit.jawapos.com- PT Produksi Film Negara (PFN) kembali memproduksi film, dengan meluncurkan film berjudul Menuju Pelaminan, yang siap menyapa para pencinta film Tanah Air.

Film yang bakal dirilis pertengahan Oktober 2025 ini mengusung konsep road movie, yang dikenal memiliki durasi pengambilan gambar cukup panjang.

Film ini mengisahkan kisah cinta beda suku, yaitu antara suku Jawa dan Minang yang memiliki banyak perbedaan budaya. Karya ini lahir juga dalam rangka merayakan 80 tahun PFN di industri perfilman Tanah Air.

Direktur Utama PFN Riefian Fajarsyah (Ifan-Seventeen), menyatakan Menuju Pelaminan mengedepankan keotentikan budaya.

Cerita film ini menggali tentang konflik pasangan muda yang  menghadapi perbedaan adat istiadat menjelang pernikahan.Ketegangan antara cinta dan kewajiban budaya menjadi inti cerita yang sarat makna. Sekaligus relevan bagi banyak pasangan modern di Indonesia.

Film Menuju Pelaminan mengusung kisah tentang perjalanan sepasang kekasih yang berjuang mempertahankan cinta di tengah perbedaan budaya keluarga Jawa dan Minang. Ketika cinta mereka diuji oleh tradisi, nilai-nilai keluarga, dan ekspektasi sosial, pasangan ini harus menemukan cara untuk bersatu tanpa kehilangan jati diri masing-masing.

Proses produksi film ini memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) guna menghadirkan pengalaman visual yang efisien sekaligus memukau.

Salah satu aktor Bhisma Mulia, mengungkapkan pengalaman syutingnya yang terasa seru. Terutama saat beraksi dengan mobil klasik yang ikonik.

Sementara sang Sutradara Yuda Kurniawan mengungkapkan,  bahwa kisah film ini lahir dari pengalaman pribadinya menghadapi perbedaan adat saat menikah. Ia lalu memperluasnya dengan mengangkat dinamika dua sistem budaya besar, yakni patrilineal Jawa dan matrilineal Minang.

Film ini melalui proses panjang sejak 2017 dengan pengambilan gambar dari Yogyakarta hingga ke Padang. Pendekatan ini dilakukan demi memastikan keaslian lokasi dan detail adat.(saf/sr/int)

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#film menuju pelaminan #perbedaan budaya #ifan seventeen #budaya jawa #PT Produksi Film Negara #pencinta film #budaya minang