radarsampit.jawapos.com- Film "Panggil Aku Ayah" yang merupakan adaptasi resmi dari sinema laris Korea Selatan, "Pawn" (2020), berhasil menjadi sebuah perjalanan emosi yang naik-turun bak rollercoaster.
Film ini mengisahkan tentang Dedi (Ringgo Agus Rahman) dan Tatang (Boris Bokir), dua penagih utang yang hidupnya berubah total ketika terpaksa menerima seorang anak perempuan kecil, Intan (Myesha Lin), sebagai jaminan.
Kehadiran Intan yang polos perlahan meluluhkan hati kedua pria tersebut, menyoroti bahwa ikatan keluarga tidak selalu tentang darah, melainkan kepedulian dan cinta yang tulus.
Penonton bakal diajak tertawa terbahak-bahak di awal film berkat berbagai adegan menggelikan yang ditampilkan. Tingkah polah duo penagih utang yang diperankan Ringgo dan Boris sukses mengocok perut dengan akting komedi natural mereka.Namun, tawa riuh itu perlahan berganti menjadi isak tangis haru saat alur cerita bergerak ke inti emosionalnya.
Memasuki pertengahan hingga akhir film ini bakal mengaduk-aduk perasaan dan menciptakan atmosfer haru biru yang kolektif bagi penontonnya.
Setiap tokoh diperankan dengan sangat baik di film ini. Emosi yang ditunjukkan berhasil sampai ke penonton tidak hanya melalui dialog yang menyentuh, tetapi juga dari setiap ekspresi wajah dan gestur tubuh.
Ringgo Agus Rahman berhasil menampilkan sisi humanis seorang pria keras, sementara Boris Bokir memberikan keseimbangan komedi dan simpati. Aktris cilik Myesha Lin dan Tissa Biani pun tampil luar biasa sebagai Intan, menjadi pusat dari cerita yang menghangatkan hati ini.
Pada akhirnya, film "Panggil Aku Ayah" adalah sebuah paket lengkap yang menyajikan komedi segar, drama yang menyentuh, dan pesan moral mendalam tentang arti keluarga.
Film ini dijadwalkan akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 7 Agustus 2025.(sr/int)
Editor : Agus Jaka Purnama