Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ulasan Film Blood Brothers: Bara Naga, Film Laga Malaysia Terbaik 2025

Agus Jaka Purnama • Jumat, 13 Juni 2025 | 13:00 WIB
Poster Film Blood Brothers : Bara Naga
Poster Film Blood Brothers : Bara Naga

radarsampit.jawapos.com - Film Malaysia terbaru berjudul Blood Brothers: Bara Naga, bergenre aksi-thriller dengan sentuhan drama mafia ini,  resmi tayang di Indonesia mulai 11 Juni 2025.

Film ini dinobatkan sebagai film laga nomor satu Box Office Malaysia 2025 dengan pendapatan fantastis yang menembus angka RM 76 juta atau setara dengan Rp291,99 miliar.

Prestasi tersebut menempatkannya dalam jajaran film Malaysia dengan penghasilan tertinggi sepanjang masa.

Tidak hanya mengandalkan adegan laga, film ini juga menghadirkan emosi mendalam serta konflik batin yang kuat.Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa film aksi lokal kini mampu bersaing dengan karya-karya Internasional, baik dari segi kualitas produksi maupun daya tarik cerita.

Film ini mengangkat kisah Ghaz (Sharnaaz Ahmad), seorang pembunuh bayaran dengan masa lalu yang bekerja di bawah bimbingan mentornya, Dato' Zul (Wan Hanafi Su).Namun, kehidupan Ghaz berubah drastis ketika sang mentor ditemukan tewas secara brutal dan semua bukti mengarah kepada Ariff (Syafiq Kyle), sahabat yang ia anggap seperti saudara sendiri.

Ariff, yang selama ini menjadi pengawal pribadi Dato’ Zul, dituduh sebagai pengkhianat.Dia pun melarikan diri demi membersihkan namanya dan mencari kebenaran, meminta bantuan dari kakaknya, Jaki (Syazwan Zulkifly), yang telah lama menjauh dari dunia kriminal.

Sementara itu, Ghaz ditugaskan untuk memburu Ariff, memaksanya untuk memilih antara membalas dendam atau memahami kebenaran di balik tragedi yang terjadi.

Konflik moral dan emosional inilah yang menjadi inti cerita, memperkuat pesan tentang persaudaraan, kesetiaan, dan pengampunan.

Sementara itu, salah satu daya tarik utama film ini adalah deretan adegan aksi yang intens dan sinematik.Sutradara memilih untuk menggunakan efek praktis (practical effects) ketimbang CGI untuk menciptakan suasana yang lebih nyata.

Terdapat total tujuh adegan ledakan besar yang direkam secara langsung di lokasi, memberikan sensasi yang lebih hidup dan mendalam bagi penonton.

Tidak hanya itu, film ini menampilkan adegan pertarungan klimaks selama 15 menit non-stop yang disebut sebagai salah satu sekuens aksi terbaik dalam sejarah perfilman Malaysia.

Koreografi yang cermat dan pengambilan gambar yang mendebarkan membuat adegan ini mendapat pujian luas dari kritikus dan penonton.

Meskipun merupakan debut penyutradaraan bagi Abhilash Chandra, hasil kolaborasinya dengan Syafiq Yusof membuahkan hasil luar biasa.

Kombinasi antara visi segar dari Chandra dan pengalaman Syafiq dalam menangani film aksi memberikan nuansa baru dalam penyampaian cerita dan gaya visual.

Penonton dapat merasakan pendekatan yang matang namun berani dalam setiap aspek produksi film ini.

Mulai dari pengembangan karakter hingga penyajian konflik emosional, semuanya tampak sempurna.

Berbeda dari film aksi kebanyakan, Blood Brothers: Bara Naga justru menekankan pentingnya konflik emosional dan kedalaman karakter.Cerita tidak hanya berkisar pada tembak-menembak atau perkelahian, tetapi juga menggali sisi manusiawi dari para tokohnya.Penonton dibawa menyelami dilema yang dihadapi Ghaz dan Ariff, serta bagaimana mereka mencari makna dari persaudaraan yang pernah mereka jalin.

Menariknya, meskipun mengangkat tema kriminal dan dunia gelap mafia, film ini tetap menjaga etika penyajian.Tidak ada adegan vulgar atau eksplisit, sehingga dapat dinikmati oleh kalangan yang lebih luas.Ditambah dengan sisipan komedi cerdas yang tidak berlebihan, film ini terasa seimbang antara ketegangan dan kehangatan.(su/chu/sr)

Editor : Agus Jaka Purnama
#film laga #bara #box office #blood #mafia #film malaysia