radarsampit.jawapos.com - Aktris Frederika Cull membintangi film Racun Sangga: Santet Pemisah Rumah Tangga bersama Fahad Haydra. Film garapan sutradara Rizal Mantovani itu direncanakan mulai tayang di bioskop pada 12 Desember 2024 mendatang.
Frederika Cull mengaku senang sekali mendapat kepercayaan membintangi film Racun Sangga. Sebab, dia tahu film ini akan digarap dengan baik oleh pihak rumah produksi.
"Pastinya suatu kehormatan yang sangat besar bagi saya. Saya sudah sering nonton film-film Soraya sebelumnya, langsung excited pas dengar Soraya ingin mengajak saya. Film Racun Sangga dari kisahnya bukan horor biasa, ini horor psikologis," kata Frederika Cull di bilangan Senayan Jakarta, Jumat (6/12).
Benar saja ketika terlibat dalam produksi film Racun Sangga, Frederika merasakan bahwa film yang dibintanginya itu memang digarap secara serius. Hal itu terlihat dari proses reading membutuhkan waktu selama sekitar 2 bulan.
Menariknya, cara pandang Frederika Cull dalam melihat dunia berubah setelah memerankan karakter Maya di film ini. Dia yang awalnya sangat logis dalam berpikir kini memberikan ruang untuk mempercayai hal-hal yang mistis atau sesuatu yang sulit diterima dengan akal sehat.
Ada momen dimana cara pandang Frederika Cull jadi berubah. "Setelah menjalankan project ini, berkesempatan ngobrol sama korban aslinya. Saya jadi percaya bahwa ada sesuatu yang tidak logis," paparnya.
Cerita film Racun Sangga yang diangkat dari kisah nyata tentang pasangan suami istri yang pernah mengalami santet racun sangga. Frederika Cull dan Fahad Haydra berkesempatan bertemu dengan pasangan suami istri tersebut secara langsung.
Ketika mendengarkan cerita mereka yang mengalaminya, Frederika Cull jadi yakin bahwa apa yang mereka ceritakan itu memang benar-benar terjadi. "Saya percaya ini kisah nyata. Sebagai aktor saya merasakan seperti apa realitanya," katanya.
Momen menjalani syuting film Racun Sangga sangat berkesan bagi Frederika Cull. Dia pun mengaku tidak akan pernah melupakan pengalaman itu karena berkesan dan berhasil mengubah cara pandangnya dalam melihat dunia. (jpc)
Editor : Farid Mahliyannor