KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Untuk memperkuat penanganan, pemkab mengajukan bantuan 100 unit sumur bor dan 12 unit mobil pemadam kebakaran ke pemerintah pusat melalui Pemprov Kalimantan Tengah.
Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong memaparkan langkah tersebut saat mengikuti rapat koordinasi virtual bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Dandim 1018/GMS Letkol Arm Danang Wahyu Utomo, Jumat (16/10/2026).
Baca Juga: Cetak Sawah di Kapuas Mandek, Padi Tak Kunjung Ditanam
"Pembangunan sumur bor memiliki manfaat jangka panjang, yakni sebagai sumber air bersih masyarakat sekaligus pasokan air armada damkar saat penanganan karhutla," kata Jaya.
Jaya mengungkapkan, sebaran titik panas (hotspot) di wilayahnya sebenarnya sudah menurun drastis, terbantu guyuran hujan lebat berdurasi satu jam lebih sebanyak tiga kali. Kendati demikian, kabut asap di sejumlah kawasan masih terpantau pekat.
Sembari menunggu bantuan pusat, Pemkab Gunung Mas menyiasati keterbatasan armada dengan memodifikasi 34 unit mobil dinas perangkat daerah.
Baca Juga: Diisi 326 Murid Sekolah Rakyat Terintegrasi Kotim gelar Open House,
Kendaraan operasional tersebut dipasangi tandon air dan mesin pompa portabel agar bisa langsung diterjunkan memadamkan api.
"Kendaraan modifikasi terbukti sangat membantu operasional di lapangan. Sinergi dan kepedulian semua pihak menjadi kunci menekan risiko karhutla demi melindungi kesehatan warga," tegas Jaya.
Selain sarana teknis, Pemkab Gumas juga mengkaji pembinaan hukum adat guna meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam mencegah pembakaran lahan.
Baca Juga: Bongkar Kasus Sabu di Hanau, 14 Polisi Seruyan Dapat Penghargaan
Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan, evaluasi lapangan menunjukkan sebagian besar karhutla dipicu aktivitas manusia, baik kelalaian maupun kesengajaan.
Zainul mengingatkan bahwa karhutla bukan hanya merusak ekosistem, melainkan juga melumpuhkan roda ekonomi, kesehatan, hingga jadwal transportasi udara.
"Kami meminta jajaran TNI, Polri, pemkab, dan masyarakat terus siaga. Pengaktifan kembali siskamling penting untuk mencegah pembakaran lahan, terutama pada malam hari," pungkas Zainul. (arm/fm)
Editor : Farid Mahliyannor