KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – SMPN 1 Manuhing Raya, Kabupaten Gunung Mas, masih kekurangan perangkat Smart TV interaktif untuk mendukung pembelajaran berbasis digital. Saat ini, sekolah tersebut hanya memiliki satu unit untuk memenuhi kebutuhan enam kelas.
Kepala SMPN 1 Manuhing Raya Lelon Tuah mengatakan, sekolah telah memanfaatkan bantuan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berupa enam unit laptop dan satu unit Smart TV interaktif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Bantuan TIK berupa enam unit laptop dan satu Smart TV interaktif sudah kami fungsikan untuk kegiatan belajar mengajar serta membantu guru melaksanakan pembelajaran berbasis digital,” ucap Lelon, Senin (12/10).
Namun, pemanfaatan teknologi tersebut belum optimal. Selain keterbatasan jumlah perangkat, belum semua guru mampu menggunakan Smart TV interaktif secara maksimal.
Untuk meningkatkan kemampuan guru, pihak sekolah berencana menggelar In House Training (IHT) atau pelatihan internal pada Selasa (20/10). Kegiatan tersebut akan dilaksanakan melalui program hari belajar guru.
Melalui pelatihan itu, sekolah berharap keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi digital meningkat, sehingga perangkat yang tersedia dapat menunjang pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif.
“Dengan adanya IHT, kami berharap pembelajaran digital di SMPN 1 Manuhing Raya dapat diterapkan secara lebih optimal. Teknologi bukan hanya menjadi inovasi, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas belajar mengajar peserta didik,” jelasnya.
Di sisi lain, Lelon menyebutkan, ukuran Smart TV interaktif yang besar dan bobotnya yang berat menyulitkan pemindahan perangkat dari satu kelas ke kelas lain. Kondisi tersebut membuat satu unit perangkat belum mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh kelas secara optimal.
Karena itu, pihak sekolah berharap kementerian terkait dapat memberikan tambahan Smart TV interaktif agar pemanfaatan teknologi pembelajaran lebih merata.
“Usulan kami kepada kementerian agar perangkat itu ditambah. Dengan enam kelas, satu unit masih sangat kurang. Minimal kami berharap ada tambahan tiga unit lagi,” pungkasnya. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno