Bupati Gumas Nyanyi, Hasil Saweran Dipakai untuk Bedah Rumah Warga

Arham Said • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 20:53 WIB

 

MENINJAU : Bupati Gumas Jaya Samaya Monong didampingi Ketua TP-PKK Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, Kapolres AKBP Arum Sari Puspita Dewi, Kajari Nugroho Wisnu Pujoyono dan Kepala Desa Tumbang Malahoi Iseskar, usai meninjau kondisi rumah Bapak Singkang, di Desa Tumbang Malahoi, Kecamatan Rungan, Selasa (29/9/2026) FOTO : ARHAM SAID/RADAR SAMPIT
MENINJAU : Bupati Gumas Jaya Samaya Monong didampingi Ketua TP-PKK Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, Kapolres AKBP Arum Sari Puspita Dewi, Kajari Nugroho Wisnu Pujoyono dan Kepala Desa Tumbang Malahoi Iseskar, usai meninjau kondisi rumah Bapak Singkang, di Desa Tumbang Malahoi, Kecamatan Rungan, Selasa (29/9/2026) FOTO : ARHAM SAID/RADAR SAMPIT

 

KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong menggunakan uang hasil saweran saat bernyanyi untuk membantu membedah rumah tidak layak huni milik warga Desa Tumbang Malahoi, Kecamatan Rungan.

Rumah milik Singkang tersebut kondisinya memprihatinkan. Bagian belakang rumah mengalami kerusakan, dengan atap roboh dan sejumlah dinding rusak.

“Bantuan yang diberikan berupa bedah rumah, yang menggunakan uang hasil saweran ketika saya dan istri bernyanyi dalam acara perkawinan di Kelurahan Tumbang Napoi,” ucap Jaya, Selasa (29/9/2026) lalu.

Baca Juga: Kerusakan Fender Jembatan Cempaga Tak Kunjung Diperbaiki, Ketua DPRD Desak Si Penabrak Bertanggung Jawab

Menurutnya, kondisi rumah diketahui dari unggahan Facebook Kepala Desa Tumbang Malahoi Iseskar. Setelah dicek langsung, rumah tersebut dinilai memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan.

Dana saweran akan digunakan membeli material dan membayar upah tukang. Karena kebutuhan diperkirakan lebih besar, Jaya berencana kembali menggalang dana melalui kegiatan bernyanyi.

“Kalau dana masih kurang, saya akan kembali bernyanyi untuk mendapatkan saweran,” ujarnya.

Baca Juga: Tiga Perusahaan Dicabut Izinnya karena Karhutla, DPRD Kalteng Minta Korporasi Lain Diselidiki

Jaya menambahkan, sedikitnya 33 usulan rumah tidak layak huni telah disampaikan masyarakat melalui media sosial. Seluruhnya akan diverifikasi sebelum ditentukan tindak lanjut.

“Dinas Pekerjaan Umum segera menyiapkan teknis pembangunan rumah tersebut. Pemilik rumah juga menerima bantuan sembako,” tukasnya. (arm/fm)

 

 

 

 

Editor : Farid Mahliyannor
rungan saweran malahoi gumas bedah rumah