Patroli Gabungan Cegah Karhutla di Dua Desa

Arham Said • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 04:30 WIB
Suasana pelaksanaan patroli oleh tim gabungan dalam upaya pencegahan karhutla, di Desa Petak Bahandang, Kamis (1/10). (Foto: Humas Polres Gunung Mas)
Suasana pelaksanaan patroli oleh tim gabungan dalam upaya pencegahan karhutla, di Desa Petak Bahandang, Kamis (1/10). (Foto: Humas Polres Gunung Mas)

  

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Tim gabungan yang terdiri atas Polres Gunung Mas (Gumas), Kodim 1016/GMS, Satpol PP, BPBD, dan masyarakat peduli api (MPA) melakukan patroli siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Petak Bahandang dan Teluk Nyatu, Kecamatan Kurun, Jumat (2/10).

Patroli melibatkan 10 personel Polri, tujuh personel TNI, dua personel Satpol PP, dan empat anggota MPA. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk memantau kondisi wilayah dan mencegah potensi karhutla.

Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Puspita Dewi mengatakan, patroli gabungan merupakan bentuk kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi potensi karhutla. Pemantauan wilayah, komunikasi dengan masyarakat, dan respons cepat menjadi fokus kegiatan.

“Patroli gabungan ini menempatkan kesiapsiagaan dan pencegahan sebagai langkah preventif dalam menghadapi potensi karhutla,” ucapnya.

Menurut dia, seluruh personel diarahkan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya karhutla, terutama di wilayah yang memiliki riwayat kebakaran berulang.

Patroli didukung empat unit kendaraan roda empat dan satu unit kendaraan roda enam untuk menunjang mobilitas tim dalam melakukan pemantauan di wilayah sasaran.

“Patroli gabungan juga menjadi sarana personel untuk membangun komunikasi dengan masyarakat di sekitar lokasi. Keterlibatan MPA memperlihatkan peran warga dalam mendukung pencegahan dan pengawasan terhadap potensi karhutla,” jelasnya.

Arum menambahkan, kegiatan tersebut juga memperkuat kerja sama lintas sektor dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan serta mempercepat penanganan apabila ditemukan potensi kebakaran.

Dia mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu karhutla, serta segera melaporkan apabila melihat adanya titik api agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” tandasnya. (arm/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
Gunung Mas karhutla