Sekda Gumas: Pancasila Harus Jadi Landasan Moral dalam Kehidupan

Arham Said • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 22:09 WIB

 

UPACARA : Sekda Gumas Richard (tengah) bersama Dandim 1018/GMS Letkol Arm Danang Wahyu Utomo, Kajari Nugroho Wisnu Pujoyono, saat mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila melalui zoom meeting di ruang rapat lantai 1 kantor Bupati Gumas, Kamis (1/10/2026). FOTO : ARHAM SAID/RADAR SAMPIT
UPACARA : Sekda Gumas Richard (tengah) bersama Dandim 1018/GMS Letkol Arm Danang Wahyu Utomo, Kajari Nugroho Wisnu Pujoyono, saat mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila melalui zoom meeting di ruang rapat lantai 1 kantor Bupati Gumas, Kamis (1/10/2026). FOTO : ARHAM SAID/RADAR SAMPIT

 

KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Sekda Gumas Richard mengatakan, tema tersebut menegaskan Pancasila bukan sekadar catatan sejarah, tetapi menjadi landasan moral dan kerja bersama seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan berkelanjutan.

“Pancasila harus dijadikan sebagai penyaring utama dalam berpikir, bersikap dan bertindak sehari-hari. Ketika perbedaan pendapat muncul, musyawarah dan rasa kekeluargaan harus selalu menjadi jalan keluar yang kita utamakan,” ucapnya, Kamis (1/10/2026).

Baca Juga: BPGMN Diharapkan Perkuat Perlindungan Gambut dan Mangrove di Kalteng

Menurutnya, di tengah era digital dan keterbukaan informasi, tantangan terhadap persatuan tidak hanya berupa ancaman fisik, tetapi juga adu domba, penyebaran berita bohong dan sikap mementingkan kelompok sendiri.

Karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga persatuan di tengah keberagaman suku dan agama. Nilai kebhinekaan yang dibingkai Pancasila dinilai penting untuk menciptakan kehidupan yang aman, damai dan harmonis.

“Kami minta kepada seluruh masyarakat agar tidak terpengaruh upaya dari oknum tertentu yang ingin mengacaukan persaudaraan dan kesatuan. Harus tetap hidup aman dan damai dalam harmonisasi yang dibingkai kebhinekaan dan ideologi Pancasila,” tuturnya.

Baca Juga: DPRD Kalteng Menyayangkan Pernyataan Gubernur Kalbar soal Asal Kabut Asap

Richard juga mengingatkan pentingnya mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, gotong royong menjadi salah satu wujud nyata pengamalan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari wariskan semangat Kesaktian Pancasila kepada generasi muda melalui keteladanan dan tindakan nyata. Jangan biarkan nilai-nilai luhur itu hanya menjadi hafalan di buku pelajaran tanpa pernah dihidupkan dalam keseharian,” pungkasnya. (arm/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
landasan moral upacara hari kesaktian pancasila gumas