KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) memulai pembangunan 50 rumah khusus bagi warga Desa Tumbang Sepan, Kecamatan Manuhing, yang terdampak abrasi Sungai Manuhing. Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan Selasa (29/9/2026).
Bupati Gumas Jaya Samaya Monong mengatakan, 50 unit rumah tersebut diperuntukkan bagi 50 kepala keluarga (KK) penerima manfaat. Pembangunan dilakukan karena sejumlah rumah warga di pinggiran sungai hanyut terbawa arus sehingga mereka kehilangan tempat tinggal dan harus direlokasi.
“Mayoritas warga desa tergolong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan akses menuju desa yang relatif sulit,” kata Jaya.
Baca Juga: Karhutla Belum Reda, DPRD Kalteng Dukung Perpanjangan Status Tanggap Darurat
Pembangunan rumah khusus tersebut dilaksanakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Kalteng dengan anggaran Rp17,744 miliar yang bersumber dari APBN 2026.
Jaya mengatakan, realisasi program tersebut merupakan hasil pengajuan yang telah dilakukan sejak 2017. Setelah melalui proses pengawalan dan verifikasi, usulan tersebut akhirnya direalisasikan tahun ini.
“Realisasi program ini hendaknya menjadi semangat untuk terus bekerja keras membangun daerah. Tim dari perumahan daerah harus lebih cepat, sigap dan responsif menyusun data teknis serta menyiapkan proposal usulan program strategis,” ujarnya.
Baca Juga: DPRD Kalteng Ingatkan Perubahan APBD 2026 Harus Tepat Sasaran
Selain pembangunan rumah khusus, pada 2026 Kabupaten Gumas juga mendapat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah sebanyak 227 unit yang tersebar di sejumlah wilayah.
“Pembangunan 50 rumah tersebut tidak hanya menyelesaikan persoalan hunian warga terdampak abrasi, tetapi juga mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan Masyarakat,” tukasnya. (arm/fm)
Editor : Farid Mahliyannor