Edukasi Dini untuk Cegah Pergaulan Bebas dan Pernikahan Dini

Arham Said • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 13:02 WIB
Edukasi dan pendampingan terhadap generasi muda sebagai langkah preventif untuk mencegah pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga pernikahan dini.  (Arham/Radar Sampit)
Edukasi dan pendampingan terhadap generasi muda sebagai langkah preventif untuk mencegah pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga pernikahan dini.  (Arham/Radar Sampit)

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) diminta memperkuat edukasi dan pendampingan terhadap generasi muda sebagai langkah preventif untuk mencegah pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga pernikahan dini.

Ketua TP-PKK Kabupaten Gumas Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong mengatakan, edukasi sejak dini penting karena masa remaja merupakan fase yang rentan terhadap berbagai pengaruh lingkungan.

“Edukasi sejak dini kepada generasi muda menjadi penting, karena masa remaja merupakan fase yang rentan terhadap berbagai pengaruh lingkungan,” ujarnya, Senin (28/9).

Menurut dia, upaya melindungi generasi muda tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar memiliki tanggung jawab bersama untuk memberikan pemahaman mengenai risiko serta dampak perilaku yang dapat merusak masa depan mereka.

“Edukasi itu juga bisa dilakukan oleh orang tua, guru, dan tokoh masyarakat dengan memberikan pengertian tentang dampak dan bahaya pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga pernikahan dini,” terangnya.

Mimie juga mengingatkan pentingnya membentengi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba dan berbagai bentuk pergaulan berisiko. Karena itu, komunikasi terbuka antara orang tua dan anak perlu dibangun agar anak tidak mencari informasi dan pemahaman dari lingkungan yang keliru.

“Kita harus mencegah penyalahgunaan narkoba dan pernikahan dini yang sekarang banyak terjadi. Kita harus memperkuat keimanan mereka. Itu yang harus diperkuat,” jelasnya.

Dia berpesan kepada seluruh orang tua di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau agar tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga menjadi tempat pertama bagi generasi muda untuk mendapatkan rasa aman, nasihat, dan keteladanan.

“Mereka mungkin belum mengetahui dampaknya. Jadi, kita sebagai orang tua, guru, dan orang yang dituakan harus memberikan pemahaman kepada generasi muda,” ujarnya.

Dia juga mengajak para orang tua membangun kedekatan dengan anak sekaligus memperkuat kehidupan spiritual dalam keluarga.

“Kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan dan juga menjadi orang tua yang bijak kepada anak-anak,” tuturnya.

Mimie berharap sinergi antara keluarga, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah semakin diperkuat. Dengan demikian, generasi muda dapat tumbuh sebagai generasi berkarakter, mampu menjaga diri, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

“Mencegah pergaulan bebas dan pernikahan dini bukan sekadar persoalan menekan angka, tetapi bagian dari upaya bersama untuk memastikan setiap anak dan remaja memiliki kesempatan tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita tanpa kehilangan masa depan,” tukasnya. (arm)

 

Editor : Heru Prayitno
Gunung Mas pkk