Koneksikan Pipa HDPE, Perumdam Optimalkan Suplai Air Bersih

Arham Said • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 13:00 WIB

 

Petugas Perumdam Maruang Duhung ketika bekerja untuk mengkoneksikan jaringan pipa HDPE dari IPA 2 ke IPA 1, Senin (28/9). (Arham/Radar Sampit)
Petugas Perumdam Maruang Duhung ketika bekerja untuk mengkoneksikan jaringan pipa HDPE dari IPA 2 ke IPA 1, Senin (28/9). (Arham/Radar Sampit) 

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Maruang Duhung Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengoneksikan jaringan pipa High Density Polyethylene (HDPE) dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 menuju IPA 1. Langkah teknis tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan sumber air yang masih dapat dimanfaatkan guna memenuhi kebutuhan pelanggan.

Direktur Perumdam Maruang Duhung Kabupaten Gumas Hendra Toendan mengatakan, kemarau yang melanda wilayah tersebut berdampak langsung terhadap ketersediaan air baku untuk produksi air bersih. Kondisi itu menyebabkan debit air di IPA 1 terus menurun sehingga distribusi air kepada masyarakat terganggu.

“Kami mengoneksikan distribusi air bersih dari IPA 2 ke IPA 1 karena debit produksi air di IPA 1 semakin mengecil. Kondisi ini berdampak terhadap suplai air bersih kepada masyarakat,” ucap Hendra, Senin (28/9).

Menurut dia, penyambungan pipa HDPE diharapkan dapat memperkuat suplai air bersih ke IPA 1 sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meskipun debit air baku menurun.

“Proses pekerjaan penyambungan pipa HDPE sudah dimulai sejak Sabtu (26/9) lalu dan diharapkan selesai secepatnya,” ujarnya.

Hendra mengakui, penurunan debit produksi air bersih juga berdampak terhadap pola distribusi di sejumlah wilayah pelanggan. Untuk menjaga pelayanan di tengah keterbatasan air baku, distribusi air bersih untuk sementara dilakukan secara bergiliran.

“Ada beberapa tempat yang pendistribusian air bersihnya dilakukan secara bergiliran dengan memanfaatkan suplai air bersih dari IPA 2,” katanya.

Dia menambahkan, pola distribusi secara bergiliran tersebut hanya bersifat sementara dan disesuaikan dengan kondisi debit air serta kemampuan produksi Perumdam Maruang Duhung.

“Ini terpaksa kami lakukan karena musim kemarau dan kekeringan berdampak terhadap menurunnya ketersediaan air baku,” tukasnya. (arm/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
PDAM Perumdam