KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Perumdam Maruang Duhung Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menyesuaikan strategi pengolahan air bersih menyusul penurunan debit Sungai Kahayan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan.
Direktur Perumdam Maruang Duhung Kabupaten Gumas Hendra Toendan mengatakan, penurunan debit Sungai Kahayan berdampak terhadap pasokan dan kualitas air baku. Kondisi itu sempat menyebabkan air yang diterima sebagian pelanggan mengalami kekeruhan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Perumdam menurunkan debit pengolahan dan mengganti bahan kimia dari tawas menjadi Poly Aluminium Chloride (PAC). Menurut Hendra, strategi tersebut berhasil memperbaiki kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan.
“Strategi dengan menurunkan debit pengolahan dan mengubah bahan kimia dari tawas jadi PAC terbukti berhasil. Sekarang ini, kualitas air bersih yang telah didistribusikan kepada pelanggan sudah baik,” kata Hendra, Rabu (23/9).
Selain itu, Perumdam menyiapkan langkah antisipasi menghadapi kemarau panjang dan penurunan debit Sungai Kahayan dengan memindahkan posisi pompa pada intake ke arah tengah sungai.
“Langkah itu dilakukan untuk mencari titik air baku yang masih memiliki kedalaman dan kualitas lebih memungkinkan untuk diolah. Dengan demikian, kita masih mendapatkan air baku dengan kualitas yang baik,” terangnya.
Hendra menegaskan, langkah tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih kepada ribuan pelanggan. Sebab, pelayanan sangat bergantung pada ketersediaan air baku.
“Ketika air sungai turun, kami tidak hanya dituntut menjaga kuantitas pasokan, tetapi juga memastikan air yang diolah memenuhi standar kualitas sebelum didistribusikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Secara umum, pelayanan kepada pelanggan masih berjalan. Namun, sejumlah wilayah, terutama yang berada jauh dari pusat pelayanan atau di ujung jaringan pipa distribusi, mengalami pengurangan debit air akibat menurunnya debit air baku.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Perumdam Maruang Duhung Kabupaten Gumas Yantrio Aulia membenarkan adanya perbaikan kualitas air di Instalasi Pengolahan Air (IPA).
“Direktur sudah menyampaikan kepada kami bahwa kualitas air bersih sudah membaik. Sebelumnya, dalam dua minggu terakhir, terjadi kekeruhan air yang dikeluhkan pelanggan,” tuturnya.
Yantrio menambahkan, kemarau panjang tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga menjadi tantangan bagi sistem pengolahan dan distribusi air bersih.
“Untuk itu, langkah antisipasi Perumdam menjadi krusial agar tekanan terhadap sumber air baku tidak berujung pada terganggunya pelayanan kepada para pelanggan,” tukasnya. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno