KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com - Personel Polsek Rungan bersama Koramil Tumbang Jutuh dan pemadam kebakaran (damkar) setempat rutin melakukan patroli untuk pencegahan maupun penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam patroli yang dilaksanakan pada Selasa (15/9) pukul 23.00 WIB tersebut, ditemukan satu titik api yang telah menghanguskan lahan di Desa Tumbang Kajuei, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas (Gumas).
"Saat titik api ditemukan, personel langsung lakukan pemadaman untuk mencegah api menjalar ke lahan yang lebih luas," ucap Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, melalui Kapolsek Rungan Ipda Muhammad Helmi Hakim, Rabu (16/9).
Dalam mendukung proses pemadaman api, ujar dia, tim gabungan menggunakan satu unit mobil damkar milik Kodam XXII/Tambun Bungai, satu unit mobil damkar rungan, dan dua unit kendaraan donel cabin bertandon milik PT SKS Listrik Kalimantan (SLK).
"Prioritas kami adalah mengendalikan api secepat mungkin dan memutus jalurnya, agar tidak meluas ke lahan lain. Api berhasil dipadamkan, tetapi lahan yang terbakar mencapai 1,5 hektare," terangnya.
Dia mengatakan, patroli itu menjadi langkah penting untuk menemukan dan menangani titik api secepat mungkin. Ini juga menjadi bagian kesiapsiagaan personel Polsek Rungan dalam menghadapi potensi karhutla.
"Dengan pemantauan langsung, itu memungkinkan petugas untuk segera mengambil tindakan ketika menemukan titik api," jelasnya.
Dia mengakui, keterlibatan Polsek Rungan, Koramil, damkar dan PT SLK telah menunjukkan pentingnya koordinasi lapangan dalam upaya penanggulangan karhutla. Setiap pihak terkait menjalankan peran sesuai kemampuan dan sarana yang tersedia untuk membantu proses pemadaman.
"Dukungan personel maupun sarana pemadam juga sangat membantu proses penanganan di lapangan, terutama ketika kebakaran terjadi pada malam hari dan membutuhkan respon cepat," tegasnya.
Dia juga berharap kepedulian masyarakat terhadap pencegahan karhutla terus meningkat. Kerjasama Polri, TNI, pemerintah, perusahaan dan masyarakat bisa semakin kuat, sehingga penanganan karhutla dapat dilakukan dengan cepat. (arm/sla)
Editor : Slamet Harmoko