KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Kurun membenahi sejumlah fasilitas yang sebelumnya menjadi perhatian. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien dan keluarga pasien.
Direktur RSUD Kuala Kurun Heriyanto mengatakan, salah satu fasilitas yang telah ditindaklanjuti adalah tong air yang memiliki atap. Fasilitas tersebut dibongkar setelah menjadi perhatian Bupati Gunung Mas saat berkunjung ke RSUD Kuala Kurun.
“Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian bupati saat berkunjung ke RSUD adalah tong air yang ada atapnya. Itu sudah kami tindak lanjuti dengan membongkarnya,” ucap Heriyanto, Senin (14/9).
Selain tong air, sejumlah fasilitas lain yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan kualitas pelayanan juga mulai dibenahi. Salah satunya saluran aliran air di atas septic tank yang masih tersumbat.
“Banyak hal yang harus saya perhatikan dan saya berusaha melakukan pembenahan secepat mungkin karena pelayanan juga menjadi harapan saya untuk lebih utama,” tegasnya.
Menurut Heriyanto, pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis, tetapi juga kenyamanan, kebersihan, dan kelayakan lingkungan bagi pasien maupun keluarga pasien.
“Saya memastikan seluruh fasilitas tersebut sedang dalam proses pembenahan dan diharapkan dapat segera dituntaskan dalam waktu dekat,” terangnya.
Perhatian juga diarahkan pada kebersihan ruang rawat inap. Heriyanto meminta petugas kebersihan tidak sekadar menjalankan tugas rutin, tetapi turut berperan dalam menciptakan standar pelayanan yang lebih baik.
Sebagai langkah konkret, RSUD Kuala Kurun berencana menggelar penilaian kebersihan antar-ruangan. Kegiatan tersebut akan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN).
“Sebagai langkah konkret, kami berencana menggelar penilaian kebersihan antar-ruangan yang puncaknya akan dikaitkan dengan rangkaian peringatan HKN,” ujarnya.
Melalui program tersebut, setiap ruangan didorong berlomba memberikan kondisi terbaik, baik dari sisi kebersihan ruangan maupun lingkungan pelayanan secara keseluruhan.
“Mereka berpacu memberikan yang terbaik untuk pelayanan di rumah sakit melalui lomba penilaian pada saat kegiatan HKN,” jelasnya.
Heriyanto menuturkan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak selalu membutuhkan proyek besar. Respons cepat terhadap persoalan kecil, kepedulian terhadap fasilitas, dan konsistensi menjaga kebersihan merupakan fondasi penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.
“Memang masih ada sejumlah fasilitas yang belum sempat terlihat atau terpantau secara langsung. Namun, setelah mendapatkan perhatian dan masukan, kami berkomitmen melakukan pembenahan secara bertahap dan secepat mungkin,” tuturnya.
Sebelumnya, Bupati Gumas Jaya Samaya Monong menekankan bahwa kualitas pelayanan publik tidak harus bergantung pada ada atau tidaknya proyek. Persoalan sederhana seperti kebocoran air atau fasilitas yang rusak harus segera ditangani tanpa menunggu program pembangunan.
“Saya minta seluruh perangkat daerah tidak selalu membiarkan persoalan kecil menjadi besar hanya karena menunggu program atau proyek,” tukasnya. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno