Batu Nyapau Kekeringan, PMI Salurkan Air Bersih

Arham Said • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 08:06 WIB
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunung Mas menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Batu Nyapau, Kecamatan Tewah. (Foto: PMI Gumas)
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunung Mas menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Batu Nyapau, Kecamatan Tewah. (Foto: PMI Gumas) 

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunung Mas menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Batu Nyapau, Kecamatan Tewah, untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang. PMI juga membagikan masker untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan.

Penyaluran air bersih tersebut bekerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Maruang Duhung Kabupaten Gunung Mas. Bantuan didistribusikan menggunakan mobil tangki berkapasitas 4.000 liter ke desa-desa yang membutuhkan.

Ketua PMI Kabupaten Gunung Mas Efrensia LP Umbing mengatakan, bantuan tersebut diberikan untuk memastikan warga terdampak kekeringan tetap mendapatkan akses air bersih. Warga menyambut antusias dengan membawa wadah penampung, seperti jeriken dan galon.

“Air bersih yang disalurkan itu untuk memastikan warga terdampak kekeringan tetap mendapatkan akses air bersih,” ujar Efrensia, Minggu (13/9).

Menurut dia, warga menyambut baik penyaluran air bersih karena mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau. Kondisi tersebut diperparah pendangkalan sungai yang selama ini menjadi sumber air masyarakat.

Selain untuk kebutuhan warga, air bersih juga disalurkan ke rumah ibadah, sekolah, dan fasilitas pelayanan yang membutuhkan.

Sejauh ini, pendistribusian air bersih telah dilakukan ke sejumlah desa, yakni Tanjung Riu, Tumbang Lampahung, Hurung Bunut, Tewang Pajangan, dan Batu Nyapau.

“Pendistribusian air bersih akan terus berlanjut ke desa yang terdampak kekeringan. Setetes air mungkin sederhana, tetapi bagi mereka yang membutuhkan, air adalah kehidupan,” katanya.

Efrensia mengatakan, untuk mengantisipasi kekeringan pada musim kemarau, diperlukan pembangunan sumur bor yang dapat terhubung dengan sumber mata air sehingga mampu menyuplai kebutuhan air bersih di setiap desa, termasuk saat terjadi kemarau panjang.

“Meskipun bantuan yang diberikan belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan, kami berharap manfaatnya tetap dirasakan warga,” ujarnya.

Dia menambahkan, PMI berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi yang membutuhkan respons cepat dan bantuan kemanusiaan. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga akan diperkuat untuk membantu masyarakat desa yang kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kami juga akan melakukan pemantauan secara cermat, cepat, dan berkelanjutan untuk mengetahui situasi terkini terkait perkembangan informasi air bersih,” pungkasnya. (arm/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
Gunung Mas kekeringan air bersih