KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Penurunan debit air baku dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan membuat produksi dan distribusi air bersih Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Maruang Duhung Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengalami keterbatasan. Kondisi tersebut juga menyulitkan proses penjernihan dan berpotensi menghasilkan air keruh.
Untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan, Perumdam Maruang Duhung mengambil langkah dengan mengantarkan air bersih secara langsung ke rumah pelanggan yang membutuhkan.
“Air bersih diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka yang dilengkapi tangki penampungan, lalu disalurkan kepada pelanggan yang membutuhkan,” ujar Direktur Perumdam Maruang Duhung Kabupaten Gumas Hendra Toendan, Jumat (11/9).
Menurut Hendra, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kontinuitas pelayanan di tengah kondisi air baku yang kurang baik. Kondisi itu membuat proses pengolahan air membutuhkan beban kerja lebih berat.
“ Kondisi yang terjadi tidak berarti membuat kami menghentikan pelayanan. Kami ingin memastikan kebutuhan dasar pelanggan tetap terpenuhi dengan mengantarkan air bersih secara langsung ke rumah pelanggan,” terangnya.
Selain mengantarkan air bersih, Perumdam Maruang Duhung menerapkan pola penyaluran secara bergilir sesuai kondisi di lapangan. Penurunan debit air baku membuat mesin pengolahan harus bekerja lebih berat.
“Kami melakukan jadwal penyaluran air bergilir dan itu pun bisa berubah sewaktu-waktu dengan melihat kondisi air baku dan proses pengolahan,” katanya.
Hendra juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Perumdam Maruang Duhung, kata dia, tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik di tengah kendala teknis yang dihadapi.
“Kami minta maaf kepada pelanggan atas kondisi yang ada. Kami akan tetap berusaha memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu pelanggan Perumdam Maruang Duhung, Nopriaman, mengatakan pengantaran air bersih secara langsung sangat membantu masyarakat, terutama ketika pasokan air ke rumah mengalami gangguan.
“Kondisi seperti ini cukup menyulitkan karena air merupakan kebutuhan utama. Kami mengapresiasi perumdam yang turun langsung mengantarkan air. Paling tidak, kebutuhan air bersih selama beberapa hari ke depan bisa terpenuhi,” jelasnya.
Nopriaman berharap kendala produksi dan distribusi air bersih segera teratasi sehingga pelayanan kembali normal dan masyarakat tidak lagi bergantung pada penyaluran air secara bergilir. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno