KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Ratusan umat Muslim di Kuala Kurun dan sekitarnya mengikuti Salat Istisqo dan doa bersama di halaman Masjid Agung Darun Najah Kuala Kurun, Kamis (10/9). Kegiatan tersebut digelar sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau panjang.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) H Fahmi mengatakan, Salat Istisqo merupakan ikhtiar keagamaan untuk memohon hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat dan seluruh makhluk hidup.
“Di tengah kondisi kemarau panjang, kami mengajak masyarakat untuk introspeksi diri, banyak beristighfar dan bertobat agar Allah SWT memberikan hujan dari langit,” ucap Fahmi.
Menurutnya, Salat Istisqo tidak hanya menjadi sarana memohon hujan, tetapi juga momentum bagi umat untuk melakukan introspeksi atas berbagai kekhilafan dan kesalahan yang telah dilakukan.
Fahmi menyebutkan, kegiatan serupa bukan kali pertama dilaksanakan di Kabupaten Gumas. Salat Istisqo kali ini merupakan pelaksanaan yang keempat.
“Kami berharap masyarakat bisa mengikuti kegiatan ini dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan,” ujarnya.
Dia menuturkan, persoalan kekeringan tidak hanya berdampak pada kebutuhan manusia, tetapi juga keberlangsungan hewan, tumbuh-tumbuhan, dan lingkungan secara keseluruhan. Air, kata dia, merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan.
“Selain melakukan berbagai upaya teknis menghadapi dampak kemarau, ikhtiar spiritual melalui doa dan Salat Istisqo diharapkan menjadi sarana untuk mengetuk pintu pertolongan Allah SWT,” tuturnya.
Fahmi juga mengajak masyarakat tidak sekadar berharap hujan turun, tetapi menjadikan momentum tersebut untuk memperbaiki diri, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat rasa syukur atas nikmat air.
“Salat Istisqo pada akhirnya bukan hanya memohon hujan, tetapi juga tentang kesadaran manusia bahwa air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga, disyukuri, dan dimanfaatkan secara bijaksana,” pungkasnya. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno