Karhutla Capai 2.439 Hektare, Gumas Tingkatkan Penanganan

Arham Said • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 20:08 WIB

 

PIMPIN RAPAT : Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing didampingi Sekda Richard dan Ketua Tim dari Mabes TNI AD Brigjen TNI Zulkifli, memimpin rapat kunjungan kerja dan penyuluhan penanganan Karhutla Mabes TNI AD, Rabu (9/9/2026). FOTO : ARHAM SAID/RADAR SAMPIT
PIMPIN RAPAT : Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing didampingi Sekda Richard dan Ketua Tim dari Mabes TNI AD Brigjen TNI Zulkifli, memimpin rapat kunjungan kerja dan penyuluhan penanganan Karhutla Mabes TNI AD, Rabu (9/9/2026). FOTO : ARHAM SAID/RADAR SAMPIT

 

KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) memaparkan berbagai upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat menerima kunjungan kerja dan penyuluhan dari perwira tinggi Mabes TNI AD, Rabu (9/9/2026).

Tim dipimpin Brigjen TNI Zulkifli bersama sejumlah perwira tinggi lainnya. Rombongan disambut Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing, Sekda Richard, forkopimda dan jajaran.

Efrensia mengatakan, Pemkab Gumas telah menetapkan status tanggap darurat karhutla selama 30 hari sejak 1 September 2026. Penetapan tersebut mempertimbangkan kondisi ISPU, jarak pandang, tingkat kemudahan karhutla, jumlah titik api, serta dampaknya.

Baca Juga: Jalan Nasional Katingan Rusak, DPRD Minta Pemerintah Turun Tangan

“Seluruh pemerintah dan masyarakat diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat deteksi dini, dan segera melaporkan jika ditemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu,” ujarnya.

Penanganan dilakukan BPBD bersama TNI/Polri, Manggala Agni, perangkat daerah, dunia usaha, kecamatan, dan desa. Langkahnya meliputi sosialisasi, patroli terpadu, pemantauan hotspot menggunakan drone, serta pengaktifan posko tanggap darurat di sejumlah wilayah.

Pemkab juga mengerahkan 23 perangkat daerah yang memiliki kendaraan roda empat untuk membantu suplai air bagi tim pemadam. Selain itu, telah diusulkan bantuan 12 unit mobil/truk damkar dan 254 titik sumur bor kepada Gubernur Kalteng.

Baca Juga: OJK Kejar Target BMKS Beroperasi Awal 2027

Periode Januari hingga 7 September 2026 tercatat 4.879 hotspot dengan estimasi luas terbakar 2.439,5 hektare. Sementara karhutla yang ditangani hingga 8 September mencapai 80 titik dengan luas terbakar 146,433 hektare.

Efrensia menegaskan, PBS perkebunan juga memiliki tanggung jawab menjaga wilayah konsesi dan mengajak masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. (arm/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering gumas kemarau kabut asap karhutla