KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Tumbang Rahuyan, Kecamatan Rungan Hulu, Senin (7/9). Kegiatan tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah tersebut.
Kepala DPKP Kabupaten Gumas Eigh Manto mengatakan, masyarakat antusias mengikuti GPM. Seluruh komoditas pangan bersubsidi yang disediakan habis terjual dalam hitungan jam.
“GPM digelar untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Kelurahan Tumbang Rahuyan,” ujar Eigh.
Dalam kegiatan itu, DPKP menyediakan beras premium Lahap sebanyak 300 sak kemasan lima kilogram atau 1.500 kilogram dan beras medium SPHP sebanyak 150 sak kemasan lima kilogram atau 750 kilogram.
Selain beras, komoditas yang tersedia meliputi 400 kilogram gula pasir, 660 liter minyak goreng, telur ayam ras sebanyak 200 tabak atau 400 kilogram, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing 100 kilogram.
Harga beras premium Lahap ditetapkan Rp70 ribu per sak lima kilogram, sedangkan beras medium SPHP Rp58 ribu per sak lima kilogram. Gula pasir dijual Rp15 ribu per kilogram.
Minyak goreng merek Sedaap dan Minyakita masing-masing dijual Rp15 ribu per liter. Bawang merah dipatok Rp18 ribu per 0,5 kilogram, bawang putih Rp15 ribu per 0,5 kilogram, dan telur ayam ras Rp50 ribu per tabak.
Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga pasar umum di Rungan Hulu. Beras premium Lahap, misalnya, mencapai Rp90 ribu per lima kilogram di pasaran atau Rp20 ribu lebih mahal dibandingkan harga GPM.
Bawang merah yang di pasaran mencapai Rp25 ribu per 0,5 kilogram dijual Rp18 ribu melalui GPM. Sementara itu, gula pasir yang mencapai Rp20 ribu per kilogram di pasaran dijual Rp15 ribu karena mendapat subsidi pemerintah.
“Selisih harga yang cukup signifikan itu yang membuat warga berbondong-bondong datang sejak pagi sehingga seluruh komoditas tidak bersisa hanya dalam hitungan jam,” katanya.
Eigh menyebut keberhasilan pelaksanaan GPM didukung sinergi DPKP dengan Tim Penggerak (TP) PKK, dinas pertanian, Perum Bulog, dan pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, pelaksanaan GPM juga sejalan dengan program unggulan Jaya Samaya Monong dan Efrensia LP Umbing, yakni Tumbun Bungai Mandiri, sebagai wujud kemandirian pangan. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno