Air Baku Perumdam Makin Keruh Akibat Debit Air DAS Kahayan Turun 70 Persen

Arham Said • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 17:24 WIB

 

Petugas Perumdam Maruang Duhung ketika memperbaiki jaringan pipa di Jalan Sabirin Muchtar, Kota Kuala Kurun, belum lama ini. (PERUMDAM MARUANG DUHUNG)
Petugas Perumdam Maruang Duhung ketika memperbaiki jaringan pipa di Jalan Sabirin Muchtar, Kota Kuala Kurun, belum lama ini. (PERUMDAM MARUANG DUHUNG)

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Kemarau panjang mulai berdampak terhadap pelayanan air bersih Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Maruang Duhung Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Debit air baku dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan turun hingga 70 persen dari kondisi normal, disertai meningkatnya kekeruhan air. Kondisi tersebut menyulitkan proses pengolahan dan berdampak terhadap produksi serta distribusi air bersih kepada pelanggan.

Direktur Perumdam Maruang Duhung Kabupaten Gumas Hendra Toendan mengatakan, penurunan debit dan tingginya kekeruhan membuat hasil pengolahan air berkurang. “Kemarau panjang membuat kami kesulitan dalam mengolah air bersih karena debit air menurun dan kekeruhan air sangat tinggi. Hasil pengolahan jadi berkurang dan air keruh,” ujar Hendra, Minggu (6/9).

Menurut dia, kualitas air baku yang masuk ke instalasi pengolahan air (IPA) menjadi salah satu kendala utama. Kondisi tersebut juga memicu keluhan pelanggan terkait air yang keruh.

“Memang keterbatasan dan kualitas air bakunya sangat jelek, sehingga untuk proses penjernihan menjadi agak sulit,” terangnya.

Hendra menjelaskan, kendala lainnya terdapat pada IPA 1 yang masih menggunakan fasilitas pengolahan berusia cukup tua. Instalasi tersebut dibangun pada 1993 atau telah berusia 33 tahun, sehingga kemampuan pengolahannya belum sepenuhnya optimal.

“Kami masih menggunakan pengolahan IPA 1 yang sudah tua, yakni berusia 33 tahun, sehingga kemampuan pengolahan masih belum sepenuhnya optimal,” jelasnya.

Dia meminta masyarakat dan pelanggan memahami kondisi yang sedang dihadapi Perumdam Maruang Duhung. Menurutnya, penurunan debit dan meningkatnya kekeruhan air juga menjadi tantangan bagi sejumlah perusahaan daerah air minum di Kalimantan Tengah selama musim kemarau panjang.

“Kami mohon kepada masyarakat untuk memahami dan memaklumi kondisi yang terjadi saat ini. Tidak hanya di sini saja, tetapi hampir seluruh PDAM mengalami hal yang sama,” tegasnya.

Hendra menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan sumber air baku, peningkatan kapasitas pengolahan, serta pembaruan instalasi yang telah berusia puluhan tahun untuk menjaga ketahanan layanan air bersih di Kabupaten Gumas.

“Penurunan debit menjadi sinyal untuk melakukan penguatan sumber air baku, peningkatan kapasitas pengolahan serta pembaruan instalasi yang sudah berusia puluhan tahun menjadi kebutuhan yang semakin mendesak,” tukasnya. (arm/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
PDAM Gunung Mas air bersih