KUALA KURUN,radarsampit.jawapos.com-Lantaran kondisi kabut asap di Kabupaten Gunung Mas tidak membaik, Pemkab Gunung Mas memutuskan untuk memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP baik negeri maupun swasta di wilayah setempat.
"Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pemantauan data indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sangat tidak sehat dan berbahaya oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perhubungan (DLHKP) Kabupaten Gunung Mas," kata Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Aprianto, Kamis, 3 September 2026.
Dijelaskan, untuk satuan pendidikan di wilayah kelurahan/desa/dusun yang kondisi kualitas udaranya tidak aman atau pada level tidak sehat dan berbahaya, dilakukan perpanjangan PJJ. Terhitung sejak tanggal 3 September 2026 - 4 September 2026 untuk yang lima hari sekolah dan bagi yang enam hari sekolah. PJJ diperpanjang hingga 5 September 2026.
Kemudian, untuk satuan pendidikan yang berada di wilayah kelurahan/desa/dusun yang kondisi kualitas udaranya aman atau pada level sehat dan tidak berbahaya, maka dipersilakan jika ingin melaksanakan pembelajaran tatap muka sembari berkoordinasi dengan orangtua/wali murid.
"Kepada kepala satuan pendidikan dan guru kami minta untuk tetap melaksanakan tugas dari sekolah serta memastikan proses pembelajaran belajar lancar, efektif dengan memberikan materi pembelajaran secara daring atau metode PJJ lainnya maupun pembelajaran tatap muka sesuai dengan kondisi sekolah," terang Aprianto.
Dirinya juga meminta kerja sama orangtua untuk memantau anak-anak saat melaksanakan PJJ, memastikan anak-anak mengikuti pembelajaran dengan baik.
Baca Juga: ISPU Tembus 300, Disdik Palangka Raya Perpanjang PJJ PAUD hingga SMP
Salah satu kepala Sekolah Dasar (SD) yakni Kepala SDN 3 Tampang Tumbang Anjir Martha Lina menjelaskan, sekolahnya berupaya memberikan metode pembelajaran sesuai dengan kondisi para siswa.
"Bagi siswa yang memiliki perangkat dan akses internet, kami kirimkan tautan google meet atau zoom atau google formulir untuk mengikuti pembelajaran langsung, penyampaian materi dan asesmen," paparnya.
Sedangkan bagi siswa yang memiliki keterbatasan perangkat atau kendala internet, guru tetap memberikan materi dan tugas yang dapat dikerjakan sesuai dengan kondisi masing-masing siswa.
Dirinya berharap, kondisi kabut asap ini segera membaik sehingga pembelajaran tatap muka bisa segera kembali dilaksanakan dengan aman. Sebab yang terpenting untuknya yakni kesehatan dan keselamatan para siswanya menjadi prioritas utama. (ris/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama