Perkuat Perlindungan Pelajar, Polwan Edukasi Pencegahan Perundungan

Arham Said • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:33 WIB
Suasana pelaksanaan edukasi ke siswa sekolah rakyat, dalam kegiatan Polwan Goes To School di Sekolah Rakyat Gumas, di Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun, Rabu (26/8). (Polres Gumas)
Suasana pelaksanaan edukasi ke siswa sekolah rakyat, dalam kegiatan Polwan Goes To School di Sekolah Rakyat Gumas, di Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun, Rabu (26/8). (Polres Gumas)

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com — Personel polisi wanita (polwan) Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas (Gumas) menggelar kegiatan Polwan Goes to School di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Gumas, Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun, Kamis (27/8). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-78 Polwan tahun 2026.

Dalam kegiatan itu, polwan memberikan edukasi mengenai pencegahan kekerasan, perundungan, serta penggunaan media sosial secara bijak kepada para siswa.

Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Puspita Dewi mengatakan, edukasi tersebut bertujuan memperkuat perlindungan terhadap pelajar, khususnya dari berbagai bentuk kekerasan dan kejahatan yang dapat mengancam generasi muda.

"Dalam kegiatan itu, kami melaksanakan sosialisasi dengan materi perkuat perlindungan pelajar, melalui edukasi pencegahan kekerasan, perundungan serta penggunaan media sosial (medsos) secara bijak," ucapnya.

Materi pertama yang disampaikan berkaitan dengan pentingnya menjaga dan melindungi generasi muda dari kekerasan seksual. Siswa diberikan pemahaman mengenai perilaku yang tidak sepatutnya diterima serta pentingnya berani menyampaikan ketika berada dalam situasi tidak aman.

"Kami ingin para siswa memiliki pengetahuan cukup untuk melindungi diri, dan berani mengatakan tidak terhadap kekerasan," terangnya.

Polwan juga memberikan edukasi mengenai pencegahan kejahatan remaja, khususnya perundungan. Siswa diajak memahami dampak perundungan serta pentingnya membangun hubungan pertemanan yang saling menghargai.

Selain itu, siswa diingatkan agar menggunakan media sosial secara bijak. Mereka diminta berhati-hati dalam membuat dan menyebarkan konten serta memahami risiko kejahatan siber, seperti cyberbullying dan penyebaran informasi hoaks.

"Edukasi kepada anak-anak juga merupakan bagian dari pendekatan kepolisian yang mengedepankan pencegahan, melalui komunikasi mudah dipahami, agar informasi dapat diterima secara efektif oleh siswa," jelasnya.

Setelah penyampaian materi, polwan membuka sesi tanya jawab. Siswa diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan dan memperoleh penjelasan langsung terkait materi yang disampaikan.

"Melalui sesi itu, polwan dapat berinteraksi lebih dekat dengan siswa. Pendekatan komunikatif dan humanis digunakan agar materi kekerasan, bullying, dan keamanan digital lebih mudah dipahami anak-anak," tegasnya.

Menurut dia, peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan menjadi momentum bagi Polres Gumas untuk memperkuat peran edukatif di tengah masyarakat. Salah satunya dengan memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai perlindungan diri, pergaulan sehat, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

"Lingkungan sekolah juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pola interaksi anak. Untuk itu, komunikasi dari kepolisian, sekolah serta siswa perlu terus dibangun sejak dini secara berkelanjutan," ujarnya.

Dia berharap sinergi antara kepolisian, sekolah, dan masyarakat semakin kuat sehingga kegiatan edukasi serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung tumbuh kembang generasi muda yang berkarakter. (arm/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
Gunung Mas perundungan