Pantau Penurunan Angka Stunting melalui Posyandu

Arham Said • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:57 WIB
Suasana pelaksanaan intervensi stunting dengan penimbangan balita di Posyandu Desa Penda Rangas, Kecamatan Kahayan Hulu Utara, pekan lalu. (Wano/Radar Sampit)
Suasana pelaksanaan intervensi stunting dengan penimbangan balita di Posyandu Desa Penda Rangas, Kecamatan Kahayan Hulu Utara, pekan lalu. (Wano/Radar Sampit)

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kecamatan Kahayan Hulu Utara bersama TP-PKK terus memantau pelaksanaan intervensi percepatan pencegahan dan penurunan stunting hingga tingkat desa dan kelurahan. Pemantauan dilakukan melalui posyandu yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Camat Kahayan Hulu Utara Wano mengatakan, terdapat 13 posyandu di wilayahnya. Sasaran intervensi stunting mencakup seluruh ibu hamil dan balita.

“Intervensi itu dilakukan melalui posyandu sebagai ujung tombak. Tercatat, ada 13 posyandu di wilayah ini,” ucap Wano, Rabu (26/8).

Di posyandu, ibu hamil dan balita mendapatkan pelayanan kesehatan dasar, pendataan, penimbangan, pengukuran, serta edukasi gizi.

Wano menyebutkan, pihaknya bersama pemangku kepentingan telah memantau langsung pelaksanaan intervensi di dua desa, yakni Tumbang Sian dan Penda Rangas.

Di Kecamatan Kahayan Hulu Utara tercatat 416 balita yang tersebar di Kelurahan Tumbang Miri serta Desa Tumbang Pasangon, Teluk Kanduri, Dandang, Batu Tangkoi, Tumbang Hamputung, Tumbang Tajungan, Tumbang Takaoi, Tumbang Korik, Tumbang Ponyoi, Penda Rangas, dan Tumbang Sian.

“Pemantauan ini telah menunjukkan komitmen kami dalam menyukseskan intervensi serentak dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting 2026,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas telah melaksanakan kick off intervensi serentak percepatan pencegahan dan penurunan stunting 2026. Kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan cakupan pemantauan pertumbuhan balita di posyandu hingga mencapai 100 persen.

Intervensi serentak tersebut dirangkaikan dengan pemberian vitamin A dan obat cacing sesuai standar pelayanan kesehatan.

Wano mengatakan, pihaknya terus berupaya menekan angka stunting melalui berbagai program, mulai dari pemberian makanan tambahan bagi anak, edukasi gizi, penguatan posyandu, hingga sinergi lintas sektor.

“Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan sampai desa,” ujarnya.

Menurutnya, stunting tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan anak, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang menentukan masa depan daerah. Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami hambatan perkembangan kognitif, rentan sakit, dan berpotensi memiliki produktivitas rendah.

“Penanganan stunting merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pembangunan daerah,” pungkasnya. (arm/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
Gunung Mas posyandu Stunting