Tekan Stunting, Pemkab Gumas Perkuat Intervensi Sensitif dan Spesifik

Arham Said • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:44 WIB

 

BERSAMA : Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, Wakil Bupati Efrensia LP Umbing dan Ketua TP-PKK Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, saat berfoto bersama dengan kelompok UPPKA. FOTO : DISKOMINFO SANTIK GUMAS/RADAR SAMPIT
BERSAMA : Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, Wakil Bupati Efrensia LP Umbing dan Ketua TP-PKK Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, saat berfoto bersama dengan kelompok UPPKA. FOTO : DISKOMINFO SANTIK GUMAS/RADAR SAMPIT

 

KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) terus berupaya mempercepat penurunan prevalensi angka stunting.

Salah satunya dengan memadukan intervensi sensitif dan spesifik yang melibatkan sejumlah perangkat daerah.

“Kedua jenis intervensi itu harus berjalan beriringan agar penanganan stunting tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga menyasar akar masalah ekonomi dan sosial keluarga,” ucap Bupati Gumas Jaya Samaya Monong melalui Kepala Bapperida Gumas Yantrio Aulia, Rabu (26/8/2026).

Dia menjelaskan, stunting disebabkan faktor langsung seperti kekurangan gizi kronis serta faktor tidak langsung, termasuk kemiskinan. Faktor langsung ditangani melalui intervensi spesifik di bidang kesehatan, sedangkan faktor tidak langsung ditangani melalui intervensi sensitif yang melibatkan sektor ekonomi, sosial, dan pangan.

Baca Juga: DPRD Kalteng Dorong Perpustakaan Terus Berinovasi untuk Tingkatkan Minat Baca

“Pelaksanaan intervensi spesifik diwujudkan melalui pemberian vitamin A, obat cacing dan tablet tambah darah. Sedangkan intervensi sensitif diwujudkan melalui bantuan bibit hortikultura, bansos dan sejumlah bantuan lainnya,” jelasnya.

Salah satu bantuan intervensi sensitif berupa bibit hortikultura seperti cabai, tomat, dan terong. Selain mendukung pencegahan stunting, program tersebut diharapkan turut membantu pengendalian inflasi daerah.

Bibit hortikultura telah disalurkan kepada enam kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) di Kecamatan Kurun, Tewah, dan Kahayan Hulu Utara untuk dimanfaatkan di lahan pekarangan.

Baca Juga: Kemarau Berkepanjangan, Pemkab Kotim Berikhtiar Lewat Salat Istisqa

“Dengan memanfaatkan lahan pekarangan, keluarga penerima diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan bergizi secara mandiri sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga di tengah tekanan inflasi,” terangnya.

Sebelumnya, Bupati dan Wakil Bupati Gumas juga telah menyerahkan bantuan intervensi sensitif secara simbolis kepada para penerima.

Yantrio berharap berbagai intervensi yang dilakukan secara terpadu dapat terus menekan prevalensi stunting di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.

“Angka prevalensi stunting tahun 2024 yakni 14,1 persen. Kami berharap itu bisa terus turun pada tahun berikutnya,” pungkasnya. (arm/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
Gunung Mas gizi kesehatan Stunting