Kemarau Panjang, Gumas Siapkan Doa Lintas Agama Minta Hujan

Arham Said • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:34 WIB

 

KUNJUNGI : Bupati Gumas Jaya Samaya Monong didampingi Ketua TP-PKK Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, ketika mengunjungi posko siaga Karhutla di halaman kantor BPBD Gumas, Selasa (18/8/2026). FOTO : ARHAM SAID/RADAR SAMPIT
KUNJUNGI : Bupati Gumas Jaya Samaya Monong didampingi Ketua TP-PKK Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, ketika mengunjungi posko siaga Karhutla di halaman kantor BPBD Gumas, Selasa (18/8/2026). FOTO : ARHAM SAID/RADAR SAMPIT

 

KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) berencana menggelar doa lintas agama bersama masyarakat sebagai ikhtiar menghadapi musim kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.

Bupati Gumas Jaya Samaya Monong mengatakan, penanganan dampak kemarau, khususnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tidak cukup hanya mengandalkan langkah teknis. Upaya tersebut perlu diiringi doa dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

“Kami membuka kemungkinan akan menggelar doa lintas agama bersama seluruh elemen masyarakat, sebagai ikhtiar untuk memohon turunnya hujan dan menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan,” ucap Jaya, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Narkoba Disebut Penjajahan Gaya Baru, Agustiar Ajak Generasi Muda Kalteng Melawan

Menurutnya, pengerahan personel dan sarana penanggulangan karhutla harus berjalan beriringan dengan ikhtiar spiritual. Pemerintah juga masih membahas lokasi pelaksanaan, di antaranya halaman kantor BPBD, Taman Kota Kuala Kurun atau halaman kantor bupati.

“Rencana doa lintas agama ini merupakan bentuk ikhtiar bersama dengan tetap menjunjung tinggi keberagaman masyarakat di Kabupaten Gumas,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat mengikuti kegiatan tersebut sebagai momentum menyatukan hati dan harapan agar daerah diberikan keselamatan serta segera turun hujan yang merata dan bermanfaat.

Baca Juga: DPRD Kalteng Siap Kawal Program Nasional agar Berdampak ke Masyarakat

Selain memohon hujan, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kepedulian, persaudaraan, kebersamaan dan semangat gotong royong antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat.

“Di tengah situasi yang tidak mudah seperti saat ini, kebersamaan dan kepedulian menjadi kekuatan kita untuk menghadapinya. Pemerintah harus hadir dan masyarakat harus bergerak saling menguatkan,” pungkasnya. (arm/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering gumas doa lintas agama kemarau karhutla