Program Taruna Bakti Akpol di Sekolah Rakyat Berakhir

Arham Said • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:36 WIB
Suasana penyampaian materi dari Taruna Akpol kepada peserta didik Sekolah Rakyat di Desa Tambirah, Kecamatan Kurun, pekan lalu. (DINAS SOSIAL GUNUNG MAS)
Suasana penyampaian materi dari Taruna Akpol kepada peserta didik Sekolah Rakyat di Desa Tambirah, Kecamatan Kurun, pekan lalu. (DINAS SOSIAL GUNUNG MAS)

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Pelaksanaan Program Taruna Bakti 2026 yang melibatkan lima taruna Akademi Kepolisian (Akpol) di Sekolah Rakyat Kabupaten Gunung Mas (Gumas) resmi berakhir. Program tersebut berlangsung pada 3–7 Agustus 2026.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gumas Baryen mengatakan, Program Taruna Bakti merupakan kolaborasi Kementerian Sosial dengan Akademi Militer (Akmil) dan Akpol yang bertujuan membina karakter peserta didik di Sekolah Rakyat.

"Program ini merupakan kolaborasi Kementerian Sosial dengan Akademi Militer (Akmil) dan Akpol yang bertujuan membina karakter peserta didik di Sekolah Rakyat," kata Baryen, Minggu (9/8).

Dia mengatakan, pelaksanaan Program Taruna Bakti berlangsung bersamaan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun pelajaran 2026/2027. Para taruna Akpol mengajarkan sejumlah kebiasaan dasar, seperti menjaga kerapian asrama, cara berpakaian, dan latihan baris-berbaris.

"Kami ingin membentuk karakter dan kedisiplinan peserta didik baru sehingga mereka dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan di Sekolah Rakyat," ujarnya.

Menurut Baryen, penugasan taruna Akpol relevan bagi Sekolah Rakyat yang akan menerapkan sistem asrama. Para taruna telah terbiasa dengan kehidupan berasrama sehingga kebiasaan disiplin tersebut diharapkan dapat diterapkan oleh peserta didik baru.

"Kami berharap pola disiplin yang diperkenalkan taruna tidak berhenti setelah program selesai, tetapi terus diajarkan secara rutin oleh tenaga pendidik dan wali asrama hingga menjadi bagian dari karakter peserta didik Sekolah Rakyat," jelasnya.

Baryen mengatakan, sebelum program tersebut dilaksanakan, sempat muncul kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait potensi penggunaan pendekatan fisik dalam pembinaan. Namun, pihak penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni bertujuan membentuk karakter peserta didik, bukan menggunakan pendekatan fisik.

"Terlepas dari kekhawatiran itu, upaya membangun kedisiplinan dan karakter peserta didik ini sejalan dengan program unggulan daerah, yakni Tambun Bungai Cerdas," terangnya.

Sejauh ini, sebanyak 331 peserta didik di Sekolah Rakyat telah menyelesaikan MPLS tahun pelajaran 2026/2027. Selanjutnya, mereka akan mengikuti proses belajar mengajar dengan sistem asrama.

"331 peserta didik itu terdiri atas 231 peserta didik baru tahun pelajaran 2026/2027 dan 100 peserta didik rintisan yang telah mengikuti pendidikan pada September 2025 lalu," katanya. (arm/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
taruna bakti akpol Gunung Mas Sekolah Rakyat