Cek Kesehatan Gratis di Gunung Mas Menjangkau Seluruh Lapisan Masyarakat

Arham Said • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 11:36 WIB
Tenaga kesehatan dari Puskesmas Tampang Tumbang Anjir melaksakan cek kesehatan di SKH Negeri Kuala Kurun, Rabu (5/8). (PUSKESMAS TAMPANG TUMBANG ANJIR)
Tenaga kesehatan dari Puskesmas Tampang Tumbang Anjir melaksakan cek kesehatan di SKH Negeri Kuala Kurun, Rabu (5/8). (PUSKESMAS TAMPANG TUMBANG ANJIR)

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas memastikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, hingga anak berkebutuhan khusus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas  Nevie Ervina mengatakan, program CKG dirancang untuk menjangkau seluruh kelompok masyarakat tanpa terkecuali, termasuk anak berkebutuhan khusus di sekolah khusus (SKH).

"Program CKG dirancang untuk menjangkau seluruh kelompok masyarakat tanpa terkecuali, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah khusus (SKH)," kata Nevie, Jumat (7/8).

Di Kabupaten Gunung Mas terdapat satu sekolah khusus, yakni SKH Negeri Kuala Kurun, yang berlokasi di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun. Pelaksanaan CKG di sekolah tersebut dilakukan oleh Puskesmas Tampang Tumbang Anjir.

Berdasarkan laporan pihak puskesmas, pelaksanaan CKG di sekolah tersebut melayani 14 peserta didik dan tujuh guru.

Jenis pemeriksaan CKG bagi peserta didik SKH secara umum sama dengan pemeriksaan bagi siswa reguler. Namun, sebelumnya dokter melakukan pemeriksaan khusus untuk menentukan jenis disabilitas setiap peserta didik.

"Keterangan itu nantinya turut dicantumkan ketika penginputan data ke sistem, sehingga hasil pemeriksaan CKG setiap peserta didik SKH tercatat lengkap sesuai kondisi kesehatan masing-masing," jelasnya.

Pada 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas menargetkan sedikitnya 62.727 warga mengikuti program CKG. Jumlah tersebut setara dengan 46 persen dari total sasaran sebanyak 150.272 warga berdasarkan data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin).

Nevie mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan CKG di fasilitas kesehatan untuk mendukung pencapaian target sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini penyakit.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan CKG di fasilitas kesehatan, untuk mendukung capaian target dan meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini penyakit sejak awal," katanya.

Sebelumnya, Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong mengatakan kesehatan merupakan hal penting yang perlu disadari masyarakat untuk mendukung kualitas hidup yang baik, produktif, dan memiliki kondisi mental yang stabil.

Menurutnya, program CKG merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat Asta Cita di bidang kesehatan serta bagian dari program unggulan daerah, yakni Tambun Bungai Sehat.

"Program CKG ini menjadi wujud dukungan terhadap program pemerintah pusat Asta Cita pada bidang kesehatan dan bagian program unggulan daerah, yakni Tambun Bungai Sehat," tuturnya.

Jaya berharap program CKG dapat berjalan optimal sehingga masalah kesehatan warga dapat dideteksi sejak dini, termasuk di wilayah yang sulit dijangkau pelayanan kesehatan.

"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan program CKG sehingga terwujud generasi sehat, produktif, dan berdaya saing," tandasnya. (arm/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
CKG Gunung Mas