KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com - Satu unit rumah milik Tarung yang terletak di RT 004/RW 002, Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) hangus terbakar pada Rabu (5/8/2026) petang pukul 18.00 WIB.
Peristiwa tersebut bermula saat terjadi pemadaman aliran listrik dari PLN. Pemilik rumah menghidupkan generator set (genset) untuk digunakan jadi sumber listrik cadangan.
Saat genset beroperasi, putaran mesinnya diketahui tidak stabil, sehingga diduga menyebabkan arus listrik menjadi tidak normal. Kemudian, terminal atau stop kontak pada salah satu kamar tidur mengeluarkan percikan api.
Baca Juga: Sembilan Keluarga di Desa Teluk Kanduri Terima BLT-DD
"Percikan itu mengenai kasur yang berada di dalam kamar. Kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian plafon hingga merambat ke bagian lain bangunan rumah," ucap Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Pupita Dewi melalui Pamapta I Ipda D.N. Siregar, Kamis (6/8/2026).
Saat api membesar, upaya pemadaman dilakukan oleh personel Polres Gumas bersama Polsek Kurun, TNI, petugas pemadam kebakaran (damkar) hingga masyarakat, dengan menggunakan dua unit mobil damkar.
"Berkat upaya pemadaman dari semua pihak terkait, si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan pukul 19.30 WIB," ujarnya.
Baca Juga: Niat Mandi Tengah Malam, Buruh Harian Tewas Tenggelam di Sungai Martapura
Berdasarkan pendataan awal, lanjut dia, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta. Penanganan lebih lanjut dari peristiwa kebakaran ini akan dilakukan oleh Polsek Kurun untuk mencari penyebab pasti kebakaran tersebut.
"Kami hadir membantu masyarakat dan mendukung penanganan kejadian bersama unsur terkait. Dalam situasi itu, kecepatan koordinasi dan kerjasama sangat diperlukan agar penanganan dapat berjalan dengan baik," tegasnya.
Baca Juga: Kubur Sabu di Halaman Rumah Demi Kelabui Polisi, Pengedar di Sampit Dituntut 10 Tahun Penjara
Dia menambahkan, peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat bagi masyarakat, agar selalu berhati-hati dalam menggunakan sumber listrik cadangan serta perangkat kelistrikan di rumah.
"Kami berharap sinergi terus terpelihara, sehingga layanan dan penanganan terhadap berbagai situasi yang membutuhkan kehadiran aparat bisa semakin cepat dan optimal," harapnya. (arm/fm)
Editor : Farid Mahliyannor