KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Sebanyak 331 peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 54 Kabupaten Gunung Mas (Gumas), baik peserta didik lama maupun baru, mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining tuberkulosis (TBC) yang dilaksanakan Puskesmas Kurun, Senin (3/8).
Kepala Puskesmas Kurun Vera Crista mengatakan, peserta didik lama hanya menjalani skrining TBC karena telah mengikuti CKG pada April 2026. Sementara itu, peserta didik baru mengikuti CKG sekaligus skrining TBC.
"Pelayanan CKG dan skrining TBC bertujuan mendeteksi secara dini kondisi kesehatan peserta didik sehingga gangguan kesehatan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan medis," ujarnya.
Layanan CKG meliputi pemeriksaan kolesterol, gula darah untuk deteksi diabetes melitus (DM), asam urat, hemoglobin (Hb), serta pemeriksaan kesehatan dasar. Adapun skrining TBC dilakukan melalui pengambilan sampel dahak peserta didik untuk mendeteksi kemungkinan infeksi TBC.
Selain itu, Puskesmas Kurun membagikan tablet tambah darah kepada remaja putri jenjang SMP dan SMA serta obat cacing kepada seluruh peserta didik. Tablet tambah darah diberikan untuk membantu mencegah anemia, sedangkan obat cacing bertujuan menjaga kesehatan peserta didik dan mencegah gangguan kesehatan akibat infeksi cacing.
Vera menuturkan, pelayanan kesehatan bagi peserta didik Sekolah Rakyat merupakan bagian dari tugas Puskesmas Kurun karena wilayah kerjanya meliputi Kelurahan Kuala Kurun, Desa Penda Pilang, Desa Tumbang Tambirah, dan Desa Tumbang Manyangan.
Sebelumnya, Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong menyatakan CKG merupakan salah satu upaya efektif untuk menjaga kesehatan masyarakat secara rutin dan berkelanjutan.
"Kami berharap peserta didik Sekolah Rakyat selalu dalam kondisi sehat. Dengan demikian, derajat kesehatan semakin meningkat secara menyeluruh dan berkesinambungan," katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunung Mas Baryen menyebutkan jumlah peserta didik Sekolah Rakyat mencapai 331 orang, terdiri atas 100 peserta didik lama dan 231 peserta didik baru pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Dari 231 peserta didik baru tersebut, sebanyak 90 orang berasal dari jenjang SD, 90 orang jenjang SMP, dan 51 orang jenjang SMA, dari total kuota 270 peserta didik baru yang disediakan pada Tahun Ajaran 2026/2027. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno