Gunung Mas Miliki Tiga Sekolah Lansia

Arham Said • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 12:16 WIB
Sejumlah pihak terkait dan para lansia berfoto bersama, setelah pelaksanaan launching Sekolah Lansia Balawan standar I Kabupaten Gumas tahun 2026, pekan lalu. (DP2KBP3A GUNUNG MAS)
Sejumlah pihak terkait dan para lansia berfoto bersama, setelah pelaksanaan launching Sekolah Lansia Balawan standar I Kabupaten Gumas tahun 2026, pekan lalu. (DP2KBP3A GUNUNG MAS)

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Kabupaten Gunung Mas (Gumas) kini memiliki tiga sekolah lanjut usia (lansia) yang tersebar di sejumlah kecamatan. Keberadaan sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan kesejahteraan lansia.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Gunung Mas, Rina Sari, mengatakan tiga sekolah tersebut meliputi Sekolah Lansia Barigas di Kuala Kurun, Kecamatan Kurun, Sekolah Lansia Tabalien di Kecamatan Tewah, dan Sekolah Lansia Balawan di Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Estomihi Kuala Kurun.

"Sekolah Lansia Barigas diluncurkan pada 2024, Sekolah Lansia Tabalien pada 2025, sedangkan Sekolah Lansia Balawan diluncurkan pada akhir Juli 2026," kata Rina, Minggu (2/8).

Ia menjelaskan, Sekolah Lansia Barigas telah memasuki jenjang Standar III sejak April 2026. Sementara itu, Sekolah Lansia Tabalien berada pada jenjang Standar II dan Sekolah Lansia Balawan baru memulai jenjang Standar I.

Menurut Rina, Sekolah Lansia Balawan merupakan sekolah lansia pertama yang dibentuk di lingkungan gereja. Kehadirannya menandai perluasan model pembinaan lansia berbasis komunitas dan keagamaan di Kabupaten Gunung Mas.

Program sekolah lansia merupakan bagian dari program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN). Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendidikan nonformal yang berkelanjutan.

Sekolah lansia dirancang untuk mendorong para lansia tetap produktif, mandiri, sehat, dan berdaya, sekaligus memperkuat peran mereka di tengah keluarga serta masyarakat.

Materi pembelajaran meliputi pemeliharaan kesehatan, pola hidup sehat, aktivitas produktif, kesehatan mental dan sosial, kehidupan spiritual, penguatan hubungan keluarga, serta pengetahuan yang mendukung kemandirian lansia dalam kehidupan sehari-hari.

Rina menuturkan, keberhasilan sekolah lansia tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, lembaga keagamaan, fasilitas kesehatan, organisasi lansia, hingga dukungan keluarga.

Ia menilai perhatian terhadap lansia menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia. Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui kebijakan dan program yang tepat sasaran.

"Lansia yang sehat dan mandiri diharapkan dapat memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mengurangi tingkat ketergantungan terhadap anggota keluarga lainnya," ujarnya.

Rina berharap keberadaan tiga sekolah lansia di Kabupaten Gunung Mas dapat terus memperluas akses pembinaan bagi para lansia sehingga setiap fase kehidupan tetap memiliki ruang untuk berkembang dan berdaya. (arm/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
Sekolah Lansia Gunung Mas