KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) RI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) meninjau kesiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 di sekolah rakyat permanen Kabupaten Gumas, Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun, Jumat (24/7).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gumas Baryen mengatakan, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan MPLS dan kegiatan belajar mengajar siap dilaksanakan secara aman, nyaman, serta sesuai standar yang ditetapkan.
"Peninjauan ini untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan sudah siap, sehingga proses MPLS dan belajar mengajar bagi peserta didik baru dapat berjalan dengan aman, nyaman, serta sesuai standar yang ditetapkan," ujar Baryen.
Ia menjelaskan, kunjungan tersebut juga bertujuan menyamakan persepsi antara Kemensos RI, Pemkab Gumas, dan pihak sekolah terkait kesiapan sarana dan prasarana serta pelayanan pendukung bagi peserta didik baru.
Menurutnya, peninjauan difokuskan pada kesiapan ruang belajar, asrama putra dan putri, ruang makan beserta dapur, fasilitas kesehatan berupa UKS atau klinik, sarana olahraga, ruang ibadah, sanitasi, ketersediaan air bersih, jaringan listrik, serta sistem keamanan lingkungan sekolah.
"Kami ingin memastikan kesiapan sekolah rakyat permanen menjelang dimulainya kegiatan MPLS yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli 2026," katanya.
Usai peninjauan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi singkat untuk membahas rencana pelaksanaan MPLS tahun ajaran 2026/2027. Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah langkah percepatan penyelesaian pekerjaan yang masih menjadi prioritas sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Baryen menyampaikan, koordinasi seluruh pihak diperlukan agar fasilitas utama dapat diselesaikan tepat waktu, terutama akses jalan yang menghubungkan antargedung.
"Pentingnya koordinasi yang solid dari seluruh pihak agar penyelesaian fasilitas utama bisa diselesaikan tepat waktu. Area vital, terutama akses jalan yang menghubungkan antar gedung harus diselesaikan," terangnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan kembali melakukan pengecekan akhir sebelum 31 Juli 2026 untuk memastikan seluruh sarana, prasarana, dan pelayanan pendukung memenuhi standar kelayakan bagi peserta didik baru.
"Pengecekan akhir itu untuk memastikan seluruh persiapan benar-benar siap dan kegiatan dapat berjalan dengan baik. Semua pihak harus terus berkoordinasi," tegasnya.
Baryen berharap seluruh proses persiapan sekolah rakyat permanen Kabupaten Gumas dapat diselesaikan sesuai target, sehingga pelaksanaan MPLS menjadi awal yang baik bagi peserta didik dalam mengenal lingkungan sekolah serta mendukung terwujudnya layanan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno