KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Arum Sari Puspita Dewi menjabat Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Gunung Mas sejak 16 Juli 2026. Ia menjadi polisi wanita (polwan) pertama yang memimpin Polres Gunung Mas sejak kabupaten tersebut berdiri.
AKBP Arum menggantikan AKBP Heru Eko Wibowo yang dimutasi sebagai Wakapolresta Surakarta, Polda Jawa Tengah. Dalam menjalankan tugasnya, ia berkomitmen melanjutkan program kapolres sebelumnya dengan target mewujudkan Kabupaten Gunung Mas yang aman, tertib, dan tenteram.
"Karena saya dilantik mendekati puncak musim kemarau, fokus utama kami adalah mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Gunung Mas," kata AKBP Arum, Rabu (23/7).
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat. Tantangan utama yang dihadapi adalah luasnya wilayah Kabupaten Gunung Mas serta keterbatasan akses darat menuju sejumlah kecamatan saat terjadi kebakaran.
"Ketika terdeteksi hotspot atau titik panas, personel di lapangan sering kali kesulitan menjangkau lokasi untuk melakukan pemadaman," ujarnya.
Selain penanganan karhutla, AKBP Arum mengatakan akan memperkuat pendekatan kepada masyarakat guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Upaya tersebut dilakukan melalui pemanfaatan teknologi dan media sosial, tanpa mengabaikan kegiatan sambang secara langsung.
"Kami akan memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk menjangkau serta melayani masyarakat yang lebih luas. Namun, kami juga tetap mengedepankan sambang langsung kepada masyarakat," katanya.
Ia juga berupaya memahami budaya dan kearifan lokal masyarakat Dayak sebagai bekal dalam menjalankan tugas di Kabupaten Gunung Mas.
"Sangat penting memahami budaya di tempat kita bertugas karena kebiasaan dalam suatu budaya belum tentu dapat diterima oleh budaya lain," ujarnya.
AKBP Arum mengajak masyarakat berperan aktif menjaga situasi kamtibmas dengan segera melaporkan gangguan keamanan maupun aktivitas mencurigakan melalui layanan Call Center 110 Polres Gunung Mas.
"Kabupaten Gunung Mas adalah rumah bersama. Karena itu, rumah ini harus dijaga agar tetap nyaman dan tenteram," tuturnya.
Perempuan kelahiran Salatiga, Jawa Tengah, 41 tahun lalu itu mengaku perjalanan kariernya selama sekitar 20 tahun di kepolisian banyak terinspirasi oleh suaminya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Hadi Winarno, yang saat ini menjabat Kepala Bidang Hukum (Kabidkum) Polda Sulawesi Barat.
"Perjalanan karier saya selama 20 tahun di kepolisian hingga menjadi Kapolres Gunung Mas terinspirasi dari suami," katanya.
Menurut AKBP Arum, dukungan penuh dari sang suami membuatnya mampu menjaga keseimbangan antara tugas sebagai anggota Polri dan kehidupan keluarga.
Karier AKBP Arum dimulai setelah lulus Akademi Kepolisian (Akpol) pada 2006 dengan penugasan di Polda Banten. Ia kemudian menjabat Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lebak serta Kapolsek Baros, Polres Serang.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), ia bertugas di Polda Jawa Timur. Pada 2017, ia dipercaya menjabat Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota sebelum bertugas di Biro SDM dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur.
Selanjutnya, AKBP Arum mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri, berdinas di Pusat Pendidikan dan Latihan Sabhara Polri di Porong, Sidoarjo, serta menjadi tenaga pendidik (Gadik) Kepolisian Muda TK I di Lemdiklat Polri hingga akhirnya dipercaya memimpin Polres Gunung Mas. (yit)
Editor : Heru Prayitno