Stunting dan Pemerataan Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Pemkab Gunung Mas

Arham Said • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 05:15 WIB
ilustrasi-anak stunting
ilustrasi-anak stunting

 

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menetapkan pencegahan stunting dan pemerataan tenaga kesehatan sebagai program prioritas bidang kesehatan masyarakat tahun 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gumas Rina Sari melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Heriyanto mengatakan, program tersebut menjadi fokus untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.

"Program prioritas kami yakni pencegahan stunting dan pemerataan tenaga kesehatan," ujar Heriyanto, Rabu (22/7).

Dalam upaya pencegahan stunting, Dinkes Gumas akan melaksanakan sejumlah program, seperti pemberian makanan tambahan, imunisasi lengkap, pelayanan kesehatan bagi remaja putri, serta pelaksanaan kick off stunting yang dijadwalkan pada Agustus 2026 sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri.

Heriyanto menjelaskan, pihaknya juga akan memperkuat pendekatan konvergensi lintas sektor melalui perpaduan berbagai intervensi dalam satu kegiatan. Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan bagi ibu hamil, balita, remaja putri, dan keluarga sasaran dapat berjalan lebih efektif.

Selain itu, Dinkes Gumas menggandeng berbagai pihak, termasuk akademisi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR), untuk memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat di desa dan kelurahan lokasi KKN.

"Untuk mempercepat keberhasilan pencegahan stunting, kami juga memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama TP-PKK, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik), serta berbagai pemangku kepentingan," katanya.

Sementara itu, terkait pemerataan tenaga kesehatan, Heriyanto menyebut kebutuhan tenaga kesehatan dan fasilitas layanan kesehatan di sejumlah wilayah penyangga masih perlu dipenuhi. Hal itu dilakukan agar kualitas pelayanan kesehatan di wilayah perkotaan maupun pedalaman tidak mengalami kesenjangan.

Pemerintah daerah saat ini juga mempercepat penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) tentang penugasan khusus tenaga kesehatan dan mekanisme perekrutan berbasis e-purchasing. Regulasi tersebut diharapkan dapat mendukung pemerataan distribusi sumber daya manusia (SDM) kesehatan.

"Dengan adanya regulasi itu, kami yakin dapat memperkuat fondasi pelayanan kesehatan masyarakat pada 2026," ujarnya.

Heriyanto menyampaikan, kondisi kesehatan masyarakat Gumas hingga pertengahan 2026 menunjukkan tren positif. Hal itu sejalan dengan implementasi program unggulan bupati melalui Tambun Bungai Sehat yang berdampak pada penguatan jaminan perlindungan kesehatan masyarakat serta upaya promotif dan preventif.

"Secara keseluruhan, kondisi kesehatan masyarakat berada pada fase penguatan sistem. Pekerjaan rumah terbesar saat ini adalah memastikan mutu pelayanan dan ketersediaan tenaga kesehatan merata," jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu capaian yang membanggakan adalah Kabupaten Gumas berhasil meraih Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori madya setelah cakupan kepesertaan JKN-KIS mencapai 100 persen.

Menurutnya, capaian tersebut bukan menjadi akhir, melainkan awal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Ke depan, Dinkes Gumas akan mengoptimalkan forum kemitraan agar seluruh fasilitas kesehatan mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, responsif, dan berkualitas kepada masyarakat. (arm/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
Gunung Mas Stunting