KUALA KURUN,radarsampit.jawapos.com-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai bermunculan di Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Dari informasi masyarakat, sudah ada dua pasien yang mendapat penanganan dan dirawat intensif di RSUD Kuala Kurun.
"Munculnya kasus DBD menjadi peringatan kepada dinas terkait, agar bergerak cepat untuk melakukan fogging atau pengasapan," ucap Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gumas Hermanto, Selasa (21/7).
Dia mengatakan, fogging perlu segera dilakukan di wilayah yang terindikasi terdapat kasus DBD, serta wilayah berpotensi mengalami peningkatan kasus DBD, sehingga penyebaran penyakit dapat ditekan sejak dini.
"Langkah cepat sangat diperlukan, karena indikasi penyebaran DBD sudah mulai terlihat di Kabupaten Gumas," terang Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini.
Dia juga mengingatkan dinas terkait, agar jangan menunggu jumlah kasus DBD terus bertambah sebelum melakukan tindakan pencegahan. Di Kota Kuala Kurun saja, sudah mulai banyak kejadian DBD. Jangan sampai penanganannya terlambat.
"Saya berharap dinas terkait segera melaksanakan fogging, sebagai upaya pencegahan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut," tegasnya.
Baca Juga: Kasus DBD Mengancam, Puskesmas Kurun dan Dinkes Gumas Gencarkan Fogging
Namun demikian, lanjut Hermanto, upaya pencegahan DBD tidak cukup hanya mengandalkan fogging. Seluruh masyarakat harus tingkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, sebagai langkah yang paling efektif memutus rantai perkembangbiakan nyamuk.
"Kami mengimbau masyarakat rutin membersihkan lingkungan, menguras dan menutup penampungan air, serta menghilangkan genangan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan masing-masing," jelasnya.
Dia menambahkan, perubahan cuaca yang terjadi juga turut memengaruhi berkembangnya populasi nyamuk penyebab DBD, sehingga kewaspadaan masyarakat harus semakin ditingkatkan.
"Kami berharap adanya sinergi pemerintah daerah dan masyarakat untuk mencegah lonjakan kasus DBD, sehingga kesehatan dan keselamatan tetap terjaga," tandas Hermanto.(arm/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama